Sindiran Demokrat: Gemuknya Struktur KPK untuk Atasi Pengangguran

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 11:41 WIB
Wakil ketua Komisi III DPR Benny K Harman
Benny K Harman (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Struktur organisasi KPK yang makin gemuk kini jadi sorotan. Anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman menganggap struktur baru ini adalah kebijakan tanpa visi yang jelas.

"Kebijakan itu tanpa visi yang jelas!" kata Benny kepada wartawan, Kamis (19/11/2020)

Waketum Partai Demokrat (PD) ini menyindir tujuan penambahan posisi di lembaga antirasuah itu. Ia menilai menggemuknya struktur KPK lebih untuk membantu pemerintah mengatasi pengangguran.

"Gemuknya struktur KPK lebih untuk membantu pemerintah mengatasi pengangguran," tegas Benny.

Selain itu, Benny menilai saat ini KPK sudah kehilangan sifat luar biasa sebagai lembaga. Terlebih banyak pegawai KPK yang mengundurkan diri dari lembaga tersebut.

"KPK sekarang bukan lagi lembaga pemberantas korupsi yang bersifat luar biasa (bukan lagi extraordinary means) di era presiden Jokowi semenjak UU KPK hasil revisi melumpuhkan lembaga itu," ujar Benny.

"Banyaknya pegawai KPK yang undur diri menunjukkan orang-orang idealis di lembaga itu frustrasi dan pilih mengabdi di tempat lain yang lebih membuka ruang bagi mereka untuk melakukan inovasi dan kreasi untuk membangun negeri," sambungnya.

Lebih lanjut Benny menduga tidak akan ada lagi menteri yang diperiksa di lembaga antirasuah itu setelah hadir revisi UU KPK. Sebab, menurutnya, saat ini KPK sudah menjadi 'lesu darah'.

"Pascarevisi UU KPK, saya perkirakan tidak akan ada lagi menteri aktif yang diperiksa KPK. Bukan karena korupsi tidak ada di kementerian-kementerian, tapi karena KPK sekarang 'lesu darah'. KPK kini telah menjadi menara gading," tutur Benny.

Selanjutnya
Halaman
1 2