Sindikat Ini Mencuri 67 Kali, Terorganisir-Ada Bisa Buka Segala Macam Gembok

Faruk - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 20:55 WIB
Polresta Mataram tangkap 7 sindikat pencuri yang setahun terakhir bikin resah warga (dok Polresta Mataram)
Polresta Mataram tangkap 7 sindikat pencuri yang setahun terakhir bikin resah warga. (dok Polresta Mataram)
Mataram -

Satreskrim Polresta Mataram meringkus komplotan spesialis pencurian yang telah beraksi pada 67 titik sejak 2019. Ada 7 pelaku yang ditangkap.

"Kami menangkap 7 pelaku. Enam pelaku spesialis kasus pencurian. Satunya lagi itu yang memprovokasi warga saat petugas melakukan penangkapan di Kelurahan Jempong Baru. Mereka ini beraksi di 67 TKP dari tahun 2019," ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Guntur Herditrianto, dalam keterangannya, Jumat (13/11/2020).

Komplotan yang beranggotakan enam orang ini terorganisasi. Warga Kota Mataram setahun terakhir dibuat resah oleh aksi mereka. Pelaku masing-masing berinisial HL alias Eper (45), NF (21), IK (17), MH (20), SH (30), dan AR (30). Sedangkan pelaku provokasi berinisial RS (36). Seluruh pelaku berasal dari satu lingkungan yang sama, yaitu di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Guntur mengatakan keenam komplotan ini beraksi sangat terorganisasi dengan Eper sebagai ketua dan menggerakkan tim kriminal itu. Eper ini cukup terkenal dan menyebut diri sebagai kadensus.

Polresta Mataram tangkap 7 sindikat pencuri yang setahun terakhir bikin resah warga (dok Polresta Mataram)Perumahan hingga perkantoran jadi sasaran pencurian komplotan ini. (dok Polresta Mataram)

"Ketuanya dia (Eper) asalnya dari satu lingkungan semua. Dia menggerakkan tim ini untuk melakukan aksi pencurian," jelas Guntur.

Komplotan ini mencuri hampir di seluruh penjuru Kota Mataram. Perumahan warga, pertokoan, hingga perkantoran jadi sasaran komplotan ini. Hingga akhirnya aksi komplotan ini terekam CCTV dan viral di media sosial (medsos).

"Banyak sekali TKP-nya. Mereka membobol sejumlah ritel modern. Lalu juga konter lengkap dengan beberapa brankas. Mereka ini sangat meresahkan," katanya.

Guntur menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari laporan kehilangan handphone yang ditindaklanjuti petugas. Titik terang pengungkapan komplotan ini berawal dari penangkapan pelaku berinisial AR pada Kamis (5/11). Kemudian dilakukan pengembangan pada Senin (9/11), tim dalam jumlah besar diturunkan ke Kelurahan Jempong Baru.

Selanjutnya
Halaman
1 2