Panwascam Batam Diduga Dikeroyok Usai Tegur Warga soal Prokes Saat Kampanye

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 15:51 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto Ilustrasi Pengeroyokan (dok detikcom)
Batam -

Ketua Panwascam Batam Kota, Salim, diduga menjadi korban pengeroyokan usai menegur warga terkait protokol kesehatan (prokes) pencegahan virus Corona atau COVID-19 saat kampanye. Salim melaporkan peristiwa ini ke Polda Kepri.

"Iya benar, ada laporan Ketua Panwascam Batam Kota soal dugaan menjadi korban pengeroyokan. Laporannya baru hari ini, nantinya akan segera kita tindak lanjuti," kata Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, saat dimintai konfirmasi, Jumat (13/11/2020)

Berdasarkan laporan korban, kata Arie, Salim mengaku sedang menjalankan tugas pengawasan kampanye. Saat itu, katanya, ada tari-tarian yang ditampilkan di kegiatan kampanye.

"Sebenarnya acaranya sudah selesai. Tetapi, karena ditegur soal protokol kesehatan, lantas ada yang mendatangi korban, sekitar tiga orang. Diduga saat itu korban dipukul," kata Arie.

Dalam laporan korban, sambung Arie, ada hasil visum yang dilampirkan. Pada hasil visum itu disebut ada darah di mulut serta memar di wajah Salim.

"Ya kita baru menerima laporannya. Nanti akan segera kita tindak lanjuti. Kita akan melakukan penyelidikan untuk mencari para pelakunya," kata Arie.

Dihimpun detikcom, kasus ini diduga terjadi saat kampanye salah satu paslon Gubernur Kepri. Kampanye itu dilakukan bersamaan dengan peresmian posko relawan salah satu paguyuban di Batam Kota pada Kamis (12/11).

Panwascam kemudian mengingatkan agar tidak dilaksanakan tari-tarian pada acara itu karena berpotensi melanggar protokol kesehatan. Ketua Panwascam kemudian mengambil dokumentasi. Saat itulah, sejumlah orang di lokasi diduga mendatangi Salim dan terjadi pengeroyokan.

(cha/haf)