Kok Hakim MK Aktif Dapat Tanda Jasa dari Presiden Jokowi?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 14:46 WIB
Upacara pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan dari Presiden Jokowi.
Upacara pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan dari Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pemberian tanda jasa maupun gelar pahlawan nasional ini awalnya digodok Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Moeldoko saat ini menjabat sebagai wakil ketua. Moeldoko mengatakan, ada usulan yang masuk soal pemberian tanda kehormatan bagi hakim MK.

"Ada sebuah prosedur yang berjalan. Saya kebetulan wakilnya Pak Mahfud. Pak Mahfud selaku ketua dewan kehormatan, saya wakilnya. Ada usulan dari lembaga yang bersangkutan dengan berbagai alasan-alasan tertentu, kemudian pada saat sidang, itu kita uji argumentasinya, alasan-alasan itu. Kami dari dewan menentukan (bahwa) oh ini berhak mendapatkan, ini tidak berhak mendapatkan, dan seterusnya," ujar Moeldoko.

Pihaknya melihat latar belakang dan lain-lain sebelum menyampaikan rekomendasi ini kepada Presiden Jokowi. Moeldoko menegaskan ada mekanisme ketat yang dilakukan.

"Jadi tim inilah yang menyidangkan atas usulan dan masukan dari berbagai lembaga, termasuk juga yang kemarin menentukan (gelar) pahlawan. Kita semua melihat latar belakang, alasan-alasan yang disampaikan, baru kita menentukan. Semuanya melalui mekanisme, bukan begitu saja. Ada mekanisme yang menyaring patut atau tidaknya," sebutnya.

Seperti diketahui, ada 6 hakim MK yang mendapatkan tanda kehormatan dari Jokowi. Mereka adalah Arief Hidayat (Bintang Mahaputera Adipradana), Anwar Usman (Bintang Mahaputera Adipradana), Aswanto (Bintang Mahaputera Adipradana) , Wahiduddin Adams (Bintang Mahaputera Utama), Suhartoyo (Bintang Mahaputera Utama), dan Manahan MP Sitompul (Bintang Mahaputera Utama).

"Penghargaan yang kami terima merupakan buah kerja dan dukungan dari Bapak Sekjen MK beserta staf, Bapak Panitera MK beserta staf, para pejabat struktural dan fungsional MK maupun dukungan seluruh keluarga besar Mahkamah Konstitusi. Termasuk juga dukungan para Yang Mulia Hakim Konstitusi. Inilah buah dari kerja sama kita selama ini. Berkah dari kesabaran," kata Ketua MK Anwar Usman sebagaimana dilansir website MK, Rabu (11/11).

Halaman

(dkp/tor)