Bicara Pemenggalan di Prancis, HRS Ingatkan Aparat Proses Penghina Nabi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 12:58 WIB
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab akhirnya tiba di Indonesia. Habib Rizieq langsung keluar dari Terminal 3 dan langsung berorasi.
Habib Rizieq Syihab (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) berbicara kasus pemenggalan seorang guru di Prancis, yang dipicu ditunjukkannya gambar Nabi Muhammad di sebuah kelas. Rizieq menyebut wajar umat Islam marah.

"Saudara, zaman sekarang ini ada yang menghina Nabi Saudara, kalau yang menghina orang Islam, maka wajib disuruh bertobat. Kalau ada orang kafir yang menghina Nabi, perangi. Jangan kita kendor soal penghina Nabi," kata Rizieq saat memberikan ceramah di pondok pesantren Al Haromain Asy Syarifain, Jalan Ganceng, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, yang disiarkan melalui akun YouTube KPM TV, Kamis (12/11/2020).

Rizieq menilai wajar siswa yang memenggal guru di Prancis marah karena tidak terima saat Nabi Muhammad dihina. Rizieq menyindir pihak yang pura-pura bijak dan meminta tidak marah atas karikatur itu.

"Soal terakhir ada guru yang mempertontonkan kartun Nabi di Prancis kemudian dibunuh oleh seorang siswa, seorang pelajar yang masih berumur 18 tahun, Saudara, berasal dari Chechnya. Kemudian muncullah pendapat yang pura-pura arif, pura-pura bijak. 'Itu kan bukan Nabi, Nabi kan nggak boleh digambar, itu kan lain,'" katanya.

"Saudara kalau ada satu gambar, gambar binatang, terus ditulis Habib Rizieq, berarti itu menghina saya sebagai binatang. Walaupun itu gambar bukan gambar saya, Saudara. Jadi kalau ada kartun yang digambar apa pun gambarnya ditulis ini Nabi Muhammad, Saudara, itu penghinaan kepada Nabi. Takbir!" sambungnya.

Rizieq kemudian menyentil pihak yang menyerukan jangan marah atas karikatur Nabi itu. Dia juga menampik anggapan bahwa karikatur Nabi itu dibuat lantaran kesalahan umat Islam.

"Jadi nggak boleh ada lagi yang bilang 'Sudahlah kita jangan marah, itu kan karena kesalahan umat Islam juga.' Ada teroris yang Islam sehingga mereka menghina Nabi. Heh, Saudara, teroris yang beragama Islam silakan pilih, ISIS yang melanggar silakan perangi. Tapi itu bukan alasan untuk menghina Nabi Muhammad. Nggak boleh kita membenarkan itu. Ada teroris yang beragama Islam, ada ISIS yang menyimpang kemudian Saudara kita memaklumi boleh untuk menghina nabi, haram. Nggak boleh," ucapnya.

Rizieq berbicara ISIS dan teroris pada halaman berikut.