Usai Susur Ciliwung, Bima Arya Akan Bagikan Data ke Anies

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 20:30 WIB
Bantaran sungai Ciliwung
Foto: dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Usai melakukan Ekspedisi Sungai Ciliwung selama dua hari, Wali Kota Bogor Bima Arya akan mengkoordinasikan temuan data di lapangan terkait kondisi Ciliwung ke sejumlah pemerintah daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Data tersebut berisi titik-titik sampah yang berpotensi menyebabkan banjir.

"Ada data di sini, kami akan sampaikan ke pemerintah daerah masing-masing, kami akan sampaikan ke Mas Anies juga. Kelihatannya kita perlu banyak di bantu juga, di wilayah Depok gitu ya, karena kalau Depok sampai Jakarta ini tergarap, banjir Jakarta akan jauh lebih berkurang," ujar Bima di Pintu Air Manggarai, Rabu (11/11/2020).

Selain itu, Bima juga ingin menyampaikan hal tersebut ke Kementerian terkait, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Sungai Ciliwung dapat perhatian untuk dilakukan normalisasi. Sehingga vegetasinya kembali hijau dan dapat meyerap air dari hulu ke hilir serta meminimalisir luapan air.

"Kami ingin menyampaikan juga ke Bapak Presiden, Kemen PUPR, supaya Ciliwung ini diperhatikan betul, karena kita jaga ekosistem di Jabodetabek terutama banjir di Jakarta," ungkapnya.

"Ciliwung ini urusan bersama, kalau anda serius di hulu, di hilirnya enggak, percuma, serius di hilir, hulunya enggak juga percuma, jadi harus serius dari hulu ke hilir, saya optimis bisa, karena banyak komunitas banyak warga yang siap membantu, tinggal pemerintahnya mendorong masing masing," lanjut Bima.

Pemkot Bogor beserta Satgas Ciliwung, kata dia, setelah ini akan terus rutin melakukan pembersihan sampah, termasuk normalisasi saluran air. "Kalau melakukan apa yang telah dilakukan di Kota Bogor bersama Satgas untuk menbersihkan sampah, normalisasi saluran air, edukasi terhadap warga itu dilakukan oleh Satgas Ciliwung," jelasnya.

Diketahui, ada sekitar ratusan titik yang ditemukan, terkait pencemaran lingkungan Sungai Ciliwung yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Bahkan, hal itu dominasi oleh sampah yang ada di sekitar air lintasan Depok hingga Manggarai.

"Jadi warga yang nyampah di sungai kita catat, dari Bogor sampai depok ada 34 titik, tapi dari Depok sampai sini (Jakarta), itu ada ratusan titik, kemudian ada limbah ilegal, ada pabrik tahu kebanyakan, dari bogor sampai Depok ada 11, dari Depok sampai sini ada belasan juga," ungkapnya.

"Tapi kalau kita lihat datanya, ternyata sebagian besar sampah, sebagian besar limbah, ini lokasinya dari depok ke sini (Jakarta), tapi kalau Bogor sampai Depok vegetasinya masih hijau," imbuh Bima.

Oleh karenanya, pada momentum Hari Ciliwung 11 November ini, Bima berharap keseriusan berbagai pihak untuk kembali menormalisasi Sungai Ciliwung agar vegetasinya kembali hijau. Jika itu terjadi maka potensi banjir pada musim penghujan dapat di minimalisir.

(prf/ega)