Bima Arya Susuri Ciliwung 16 Jam Pakai Perahu Karet, Ini Hasilnya

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 19:46 WIB
Pemkot Bogor
Foto: dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Komunitas Peduli Ciliwung dan lembaga lainnya melakukan Ekspedisi Sungai Ciliwung sepanjang 70 Km. Ekpedisi tersebut berlangsung selama dua hari dari Bogor ke Jakarta yang berakhir di Pintu Air Manggarai. Lantas seperti apa hasilnya?

"(Total waktu tempuh) 8 jam dari Bogor ke Depok, 8 jam juga dari Depok ke Manggarai, jadi sekitar 70 Km, dan kami banyak mencatat, di jalan kami rekam semuanya, ada pembuangan sampah, pembuangan limbah ilegal dan lainnya," ujar Bima di Pintu Air Manggarai usai ekspedisi, Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut, ia menyebut ada sekitar ratusan titik yang ditemukan, terkait pencemaran lingkungan Sungai Ciliwung yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Hal itu dominasi oleh sampah yang ada di sekitar air lintasan Depok hingga Manggarai.

"Jadi warga yang nyampah di sungai kita catat, dari Bogor sampai Depok ada 34 titik, tapi dari Depok sampai sini (Manggarai), itu ada ratusan titik, kemudian ada limbah iegal, ada pabrik tahu kebanyakan, dari Bogor sampai Depok ada 11, dari Depok sampai sini ada belasan juga," ungkapnya.

"Tapi kalau kita lihat datanya, ternyata sebagian besar sampah, sebagian besar limbah, ini lokasinya dari depok ke sini, tapi kalau Bogor sampai Depok vegetasinya masih hijau," imbuh Bima.

Oleh karenanya, pada momentum Hari Ciliwung 11 November ini, Bima berharap keseriusan berbagai pihak untuk kembali menormalisasi Sungai Ciliwung agar vegetasinya kembali hijau. Jika itu terjadi maka potensi banjir pada musim penghujan dapat terminimalisir.

"Jadi kesimpulannya, menurut saya kalau kita tidak serius, kalau kita tidak kerja sama, akan begini-begini aja, ini lihat titiknya banyak banget, ketika Depok ke sini, semakin bau, semakin coklat, semakin banyak kiri kanan itu timbunan sampah baik yangg dibawa banjir maupun sampah timbunan warga," tuturnya

"Jadi ini PR-nya banyak kerja bareng dari hulu ke hilir gitu. Kalau kita sama-sama serius membuat Ciliwung ini bersih, kemudian air itu terserap di hulu nya, terserap di Kota Bogor, terserap di kabupaten, terserap di Depok, jadi yang ke Jakarta juga semakin sedikit," pungkas Bima.

Sebagai informasi, hari Pertama (10/11) Rombongan Ekspedisi Ciliwung tiba di Kota Depok sekitar pukul 17.20 WIB dan beristirahat di Kota Depok. Kemudian pada Rabu (11/11), dilanjutkan lagi sampai ke Pintu Air Manggarai di Jakarta Selatan dan tiba pada pukul 16.30.

(prf/ega)