Round-Up

Bagi Ketua KPK OTT Tak Ubahnya Operasi Zebra

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 06:18 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri usai menjalani sidang etik yang digelar oleh Dewan Pengawas KPK, di gedung C1 KPK Kuningan Jakarta, Selasa (25/8/2020) . Persidangan yang berlangsung tertutup tersebut memeriksa Firli atas dugaan  pelanggaran etik terkait aktivitas penggunaan fasilitas berupa helikopter mewah atas laporan Masyarakat Anti Korupsi (MAKI).
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri (masker putih). (Ari Saputra)
Jakarta -

Sudah beberapa bulan kita tidak mendengar KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kenapa? Ternyata, Ketua KPK Firli Bahuri mengibaratkan OTT seperti Operasi Zebra.

Apakah Firli tidak lagi menganggap OTT sebagai bagian upaya pemberantasan korupsi? Firli pun bersuara.

Firli menilai bahwa menangkap koruptor tak akan menghentikan orang untuk tidak melakukan korupsi. Bahkan, tak akan bisa memberantas korupsi.

"Kami tidak ingin hanya melakukan penangkapan karena penangkapan itu tidak pernah menghentikan orang untuk melakukan korupsi atau tidak pernah memberantas atau menghentikan orang supaya tidak korupsi," ujar Firli saat Webinar Nasional Pilkada Berintegritas 2020 yang disiarkan kanal YouTube KPK, Selasa (10/11/2020).

Baru kemudian Firli menjelaskan mengapa dia mengibaratkan OTT sebagai Operasi Zebra. Begini penjelasan Firli.

"Kalau ibaratkan Operasi Zebra yang dilaksanakan kepolisian, Pak, misal anggap saja di depan ini ada Jalan Raya Diponegoro, operasi polisi, apakah akan menghentikan orang melanggar? Tidak," kata Firli.

"Dia akan menghindar dari Jalan Diponegoro, muter dulu dia supaya tidak tertangkap. Itu juga terjadi dalam korupsi," imbuhnya.

Untuk memberantas korupsi, Firli memaparkan 3 pendekatan, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Prioritas Firli sesuai dengan urutan tersebut. Pertama adalah dengan pendekatan pendidikan dan berlanjut pada pendekatan lainnya.

"Kita melakukan pendekatan pendidikan masyarakat supaya orang timbul perubahan perilaku sikap supaya tidak ingin melakukan korupsi, ini pak. Pendekatan pertama kita yang kita sebut dengan education approach, kita buat ini, Pak, kita sentuh individunya, kita sentuh alam pikirnya, kita sentuh hatinya supaya tidak ingin melakukan korupsi," papar Firli.

"Begitu juga supaya orang tidak ingin menyerahkan uang untuk korupsi, kalau sama-sama tidak ingin kan nggak ada korupsi," sambung dia.

Lantas, kapan terakhir kali KPK menggelar OTT? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2