Round-Up

Video Seks 'Mirip Gisel' hingga Akun Penyebar dalam Radar Polri-Kominfo

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 20:37 WIB
“Semalam sudah diperiksa 4 siswa dengan orang tuanya, mereka mengaku dikirimi berbagi gambar porno,” ujar Hendy.

Sejauh ini polisi belum menemukan indikasi adanya tindak asusila terhadap 4 siswi yang dikirimi chat porno. Namun polisi masih melakukan pendalaman.
        
“Hingga tadi malam, dari keempat siswi yang kita periksa masih sebatas dikirim chat porno. Apabila dalam perkembangan penyidikan ada korban yang mendapat perilaku menyimpang, maka kita berikan trauma healing,” tutur Hendy.
Ilustrasi video porno (Fuad/detikcom)
Jakarta -

Jagat media sosial dihebohkan oleh video saru. Warganet menyebutnya sebagai video mirip Gisel. Konon, pemerannya mirip selebritas. Aparat penegak hukum dan pemerintah bergerak melacak video buruk itu.

Dalam video itu, terlihat perempuan seperti beraktivitas seksual dengan seorang pria. Ada televisi yang menyala dan ada tirai cokelat.

"Memang Polri sedang menyelidiki melalui cyber patrol terkait dengan peredaran video porno yang katanya 'mirip Gisel'," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada detikcom, Sabtu (7/11/2020).

Polisi mengimbau orang-orang tidak ikut menyebarkan video cabul itu. Bila nekat, orang yang menyebarkan video itu bisa kena hukuman penjara selama 6 tahun. Ini sudah diatur di Pasal 27 ayat (1) UU ITE. Pasal tersebut berbunyi: 'Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan'.

"Tentunya masyarakat kita imbau tidak ikut menyebarkan karena video mengandung unsur pornografi," kata Awi.

Polda Metro Jaya juga memburu orang yang pertama kali menyebarkan dan orang-orang yang memviralkan video mirip Gisel itu. "Yang paling utama nanti yang menyebarkan pertama. Dan yang masih menyebarkan akan kita lakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta.

Kabid Humas Kombes Yusri Yunus menjelaskan penangkan pesinetron muda inisial R.Kabid Humas Kombes Yusri Yunus (Yogi Ernes/detikcom)

Sejurus kemudian, kelompok bernama APMI melaporkan penyebar hingga pemain yang ada di video tersebut ke Polda Metro Jaya. Nomor laporannya adalah LP: TBL/6608/XI/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 7 November 2020.

Selanjutnya, Kominfo bergerak:

Selanjutnya
Halaman
1 2