ADVERTISEMENT

Di Depan Hakim, Saksi dari Bareskrim Ungkap Surat Jalan Djoko Tjandra Palsu

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 19:29 WIB
Jakarta -

Kepala Tata Usaha dan Urusan Dalam (Kataud) Bareskrim Polri, Nurul Huda, menjelaskan mekanisme penerbitan surat jalan di lingkungan Bareskrim Polri. Nurul Huda mengatakan surat jalan di lingkungan Bareskrim harus ditandatangani oleh Kabareskrim Polri.

Hal itu disampaikan oleh Nurul Huda saat bersaksi di persidangan surat jalan palsu Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (6/11/2020). Huda kemudian menjelaskan secara detail mekanisme penerbitan surat jalan di lingkungan Bareskrim.

"Mekanisme yang ditandatangani oleh Kabareskrim Polri yang pertama menerima konsep yang sudah diparaf oleh konseptor dan Kasub Saker, dikoreksi oleh Kaud Bareskrim Polri dicek kebenarannya termasuk dan sebagainya," kata Nurul Huda.

Huda mengatakan, setelah itu, surat jalan dikoreksi oleh Kaud Bareskrim Polri. Menurutnya, jika ada kesalahan, akan dikembalikan ke konseptor.

"Setelah tidak ada perbaikan, maka Ka Kaud memparaf sebagai bukti sudah dikoreksi," sebutnya.

Huda mengatakan setelah itu surat yang sudah dikoreksi itu diparaf oleh sejumlah pejabat Bareskrim Polri. Setelah itu barulah surat itu ditandatangani oleh Kabareskrim Polri.

"Setelah itu mendapatkan tanda tangan Kabareskrim selama tidak koreksi. Lalu dimintakan nomor ke Kaud Bareskrim dan menggunakan satu pintu dan dicatat dalam buku verbal selanjutnya satu eksemplar diberikan ke Kaud untuk jadi arsip," sebutnya.

Saksi dari Bareskrim lalu dicecar jaksa soal surat jalan yang akhirnya dipakai Djoko Tjandra. Apa jawaban dari saksi?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT