Badru Posting Ibu Hamil Ditandu Sempat Diamankan, Gerindra Anggap Berlebihan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 12:00 WIB
Ibu Hamil di Lebak Ditandu
Foto: tangkapan layar Facebook
Jakarta -

Seorang pria di Lebak, Banten, bernama Badrudin atau Badru harus menginap 2 hari di kantor polisi buntut postingannya soal ibu hamil yang ditandu di jalan rusak. Anggota Komisi III DPR F-Gerindra Wihadi Wiyanto menilai pemerintah desa maupun polisi menyikapi unggahan itu secara berlebihan.

"Ini kan saya lihat mungkin baik itu pemerintah desa maupun polisi terlalu reaktif karena mereka melihat ini bisa mempunyai potensi pencemaran nama baik dengan UU ITE," kata Wihadi kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Menurut Wihadi, sikap pemerintah desa yang menganggap unggahan Badru sebagai pencemaran nama baik terlalu reaktif. Namun demikian, ia tetap meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Masyarakat mesti harus berhati-hati menggunakan media sosial, dan kedua saya kira juga pemerintah dalam menetapkan UU ITE ini jangan terlalu over reaktif dulu, jadi dilihat dulu permasalahannya. Dan saya kira kalau mereka harus ditahan 2 hari itu merupakan satu hal yang over reaktif," ujarnya.

Lebih lanjut, Wihadi menilai unggahan Badru adalah ungkapan kritik kepada pemerintah setempat. Karenanya, pemerintah setempat perlu menyikapi unggahan itu secara baik dan tidak perlu sampai ke ranah hukum.

"Bagian daripada kritik kepada pemerintah terhadap fasilitas yang memang belum memadai. Jadi saya kira apa yang terjadi itu tidak perlu sampai kepada ranah hukum lah," ujar Wihadi.

Bagi Wihadi, apa yang diposting Badru merupakan permasalahan desa yang harus dibenahi. Apa perlu dianggap masalah hukum? Ini kata Wihadi.

Tonton video 'Desanya Tak Bisa Diakses Mobil, Kakek Tola Ditandu ke Puskesmas':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2