Megawati Ngaku Ditawari Talkshow Usai Minta Jokowi Tak Manjakan Milenial

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 18:02 WIB
Sekolah partai calon kepala daerah PDIP virtual
Sekolah partai calon kepala daerah PDIP virtual. (Tangkapan layar webminar PDIP)
Jakarta -

Pernyataan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memanjakan kaum milenial menjadi kontroversi. Atas pernyataan tersebut, Megawati mengaku mendapat tawaran mengikuti talkshow.

Hal ini disampaikan Megawati dalam acara virtual Rapat Koordinasi Bidang Kebudayaan DPP dan DPD PDI Perjuangan Se-Indonesia, Sabtu (31/10/2020). Megawati pun menilai senang saja mendengar dirinya mendapat tawaran talkshow akibat pernyataannya yang menuai pro-kontra di publik.

"Kemarin saya webinar, diminta mengenai Sumpah Pemuda. Lalu setelah itu, banyak yang memviralkan. Karena ada perkataan saya kepada Presiden Jokowi, 'Bapak jangan manjakan generasi milenial,' karena apa? Saya tanya 'terus kalau sudah disebut generasi milenial apa baktinya untuk negeri ini?'. Lalu ada talkshow, saya senang saja. Tentu sifatnya pro-kontra," kata Mega.

Lebih lanjut, Megawati menyindir kader-kader PDIP milenial yang dinilai tidak disiplin. Dia menyebut ada kader yang tidak menunjukkan sikap khidmat saat lagu 'Indonesia Raya' diperdengarkan.

"Saya sering menggerutu ke Pak Sekjen. Walau webinar, tapi kalau hadir pakai kostum. Saya mengkritik beberapa orang, mungkin karena dipikir nggak kelihatan, waktu 'Indonesia Raya', mengheningkan cipta, menaikkan bendera Merah Putih adalah protokol kenegaraan," ujar Megawati.

"Kalau Anda merasa WNI di mana pun juga, saya kalau ada acara, sedang ada lagu 'Indonesia Raya', saya selalu berhenti. Orang yang di belakang saya pun ikut berhenti. Siapa yang akan membela negara kita kalau bukan kita?" imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2