Round-Up

Aksi Pengusaha hingga Pecatan Polisi di Balik Selundupan Senpi-Amunisi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 06:01 WIB
Polresta Bandara Soetta Ungkap Kasus Penyelundupan Senjata Api Ilegal
Polresta Bandara Soetta Ungkap Kasus Penyelundupan Senjata Api Ilegal (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Kota Tangerang -

Polisi mengungkap penyelundupan senjata api hingga amunisi via Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten. Selama September-Oktober 2020, Polres Bandara Soekarno-Hatta telah mengungkap 3 kasus penyelundupan senjata api tersebut.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra mengatakan, bahwa dari ketiga kasus itu polisi telah mengamankan 2 tersangka. Sedangkan 1 tersangka lainnya masih diburu.

"Yang pertama terjadi 19 September 2020, yang kedua 29 September 2020, yang ketiga 9 Oktober 2020. Jadi rentang 1 bulan ini akhir September sampai pertengahan Oktober yang ditangani senjata api. Di mana pasal yang dilanggar pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 di mana ancaman hukuman antara 20 tahun atau seumur hidup penjara," tutur Kombes Adi Ferdian kepada wartawan di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (27/10/2020).

Kasus pertama melibatkan seorang direktur di sebuah perusahaan swasta berinisial SAS (54). Dirinya kedapatan membawa senjata api revolver merk S and W ketika hendak terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kasus pertama yaitu pada tanggal 19 September 2020 di mana terjadi seorang pelaku berniat melakukan perjalanan penerbangan dari Jakarta ke Makassar. Saat dilakukan pengecekan, yang bersangkutan menggunakan maskapai Lion Air. Ditemukan saudara atas nama SAS bawa senpi jenis revolver," terang Kombes Adi.

Kepada polisi, SAS mengaku menyimpan senjata api tersebut untuk bela diri.

"Yang bersangkutan mengaku menyimpan senjata api sebagai alat membela diri," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho, kepada wartawan di Polresta Bandara Soetta, Selasa (27/10/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3