Warga Surabaya ke Kemendagri Urus Akta Kematian, Komisi II: Penyakit Birokrasi

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 06:09 WIB
Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menemui Presiden Jokowi.
Foto: Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menemui Presiden Jokowi. (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Seorang warga Surabaya, Yaidah (51) nekat datang ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta hanya untuk mengurus surat akta kematian. Hal itu lantaran dia kecewa merasa dipersulit saat mengurus di Dispendukcapil.

Komisi II DPR angkat bicara terkait hal itu. Wakil Ketua Komisi II DPR Yaqut Cholil Qoumas mengatakan ini penyakit lama dalam birokrasi.

"Ini penyakit lama birokrasi. 'Jika bisa dipersulit kenapa dipermudah'," kata Gus Yaqut sapaan akrabnya, ketika dihubungi, Senin (26/10/2020).

Gus Yaqut mengatakan seharusnya tujuan reformasi birokrasi bukan hanya sekadar jargon, tapi harus dibuktikan. Dia meminta sistem administrasi harus dibenahi, dan disesuaikan dengan teknologi yang semakin modern saat ini.

"Reformasi birokrasi seharusnya tidak hanya sekedar jargon kosong. Sistem administrasi mutlak juga harus dibenahi. Sekarang zaman teknologi. Semua mudah dan bisa terkoneksi," ujarnya.

Lebih lanjut, jika masih terjadi masalah yang sama, pihaknya akan menanyakan hal ini ke Kemendagri. Dia akan memastikan sejauh mana reformasi birokrasi terwujud di urusan administrasi.

"Jika urusan administrasi kematian saja berbelit-belit seperti ini, kita akan tanyakan lagi ke Kemendagri, sejauh mana reformasi birokrasi menyentuh soal-soal administrasi," ujarnya.

Lihat juga video 'Momen Risma Berkaca-kaca Saat Aset Pemkotnya Kembali':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2