Warga Surabaya Urus Akta Kematian ke Kemendagri, Pemkot Minta Maaf

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 19:51 WIB
yaidah ngurus akta kematian ke kemendagri
Tulisan petugas Dispendukcapil Surabaya ini yang membuat Yaidah nekat ke Kemendagri (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Dispendukcapil Surabaya meminta maaf kepada Yaidah. Ada kesalahpahaman yang terjadi yang membuat Yaidah harus menyelesaikan urusan akta kematian ke Kemendagri.

Yaidah, warga Lidah Wetan, Surabaya merasa dibuat ruwet oleh Dispendukcapil saat mengurus akta kematian anaknya. Yaidah akhirnya memutuskan mendatangi Kemendagri agar akta kematian anaknya cepat keluar.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan saat itu melalui kantor kelurahan setempat, pihaknya sudah menyurati Yaidah jika akta kematian anaknya dapat diselesaikan. Awal mula kronologi permasalahan sekitar Agustus lalu saat Yaidah mengurus akta kematian anaknya di kantor kelurahan untuk klaim asuransi.

Namun, karena merasa proses di kelurahan lama, akhirnya Yaidah mencari kepastian informasi ke Mal Pelayanan Publik di Siola.

"Memang saat itu Mal Pelayanan Publik sedang menerapkan lockdown, sehingga petugas kita juga terbatas. Karena kebanyakan mereka bekerja dari rumah," kata Agus, Jumat (26/10/2020).

Tapi, di Siola Yaidah justru mendapat informasi dari petugas yang kurang tepat. Sebab, petugas tidak memiliki kapabilitas dalam menyelesaikan permasalahan Adminduk (Administrasi Kependudukan). Alhasil, Yaidah salah tangkap mengira diharuskan ke Kemendagri untuk menyelesaikan akta kematian anaknya itu.

"Sebenarnya proses input nama yang bertanda petik ke SIAK dapat diselesaikan oleh Dispendukcapil. Progres itu juga dapat di-tracking melalui pengaduan beberapa kanal resmi Dispendukcapil," ujarnya.

Agus mengatakan jika surat permohonan Yaidah sebenarnya saat itu sudah diproses registrasi di kelurahan dan berlangsung sukses. Permohonan itu telah masuk ke dalam sistem klampid di Dispendukcapil.

Selanjutnya
Halaman
1 2