Round-Up

Kasasi Jadi Pilihan Eksekutor Hakim Jamaluddin Lawan Vonis Mati

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 23:01 WIB
3 terdakwa kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin pakai APD.
Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
Jakarta -

Jefri Pratama menggantung asa agar lolos dari vonis mati yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan dalam kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jamaluddin. Jefri mengajukan kasasi terhadap hukuman mati itu.

Teranyar, pejabat Humas PN Medan, Immanuel Tarigan, mengatakan Jefri telah mengajukan kasasi pada Senin, 12 Oktober 2020.

"Untuk Jefri Pratama telah mengajukan upaya hukum kasasi," kata Immanuel saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/10/2020).

Pengadilan Tinggi (PT) Medan sebelumnya mengubah vonis Jefri Pratama dari penjara seumur hidup menjadi hukuman mati. PT Medan menilai hukuman mati sangat layak diterima Jefri.

"Menyatakan terdakwa M Jefri Pratama telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama, sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Jefri Pratama oleh karena itu dengan pidana mati," demikian bunyi putusan majelis banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9).

Putusan itu diketok oleh hakim tinggi Ronius dengan anggota Purwono Edi Santoso dan Krosbin Lumban Gaol.

Majelis hakim menilai perbuatan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi sangatlah biadab dan terencana menghabisi nyawa hakim sehingga sangat layak untuk dijatuhi hukuman yang setimpal yaitu hukuman mati. Jefri dan Reza disuruh oleh istri Jamaluddin, Zuraida Hanum.

"Terdakwa Reza Fahlevi dan saksi Jefri Pratama dan saksi Zuraida Hanum dapat dikategorikan sebagai perbuatan sadis dan tidak berperikemanusiaan dan sekaligus sebagai hal yang memberatkan, maka pidana yang akan dijatuhkan kepada Terdakwa Reza Fahlevi dan saksi Jefri Pratama dan saksi Zuraida Hanum harus diperlakukan sama dan adil, sesuai dengan amar putusan ini. Dan dengan putusan seperti itu akan memberikan efek jera dan takut kepada orang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari," papar majelis.

Zuraida membunuh suaminya di rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Medan, pada 29 November 2019, dini hari.

Zuraida menyuruh Jefri dan Reza untuk menghabisi suaminya. Kemudian jenazah Jamaluddin dibawa ke kebun sawit dan dibuat seolah-olah kecelakaan.

(aan/idn)