Gerindra Bentengi Para Menteri yang Dibidik Relawan Jokowi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 11:11 WIB
Menteri-menteri Kabinet Jokowi, menteri jokowi,
Kabinet Indonesia Maju (Foto; dok. BPMI Setpres)
Jakarta -

Partai Gerindra angkat bicara mengenai sorotan Projo dan Jokowi Mania (JoMan) terhadap kinerja menteri dan mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) me-reshuffle kabinet. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menilai para menteri telah bekerja keras.

"Kalau kami melihat, para menteri bekerja keras," kata Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (23/10/2020).

Habiburokhman mengatakan pandemi COVID-19 membuat para menteri belum bisa memenuhi ekspektasi rakyat. Menurutnya, situasi pandemi Corona mempersulit para menteri bekerja maksimal.

"Kalaupun belum bisa memenuhi ekspektasi masyarakat, mungkin karena situasi pandemi ini sangat sulit bekerja maksimal," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menekankan reshuffle merupakan hak prerogatif Jokowi.

"Namun perlu digarisbawahi bahwa kewenangan menempatkan atau mencopot menteri merupakan hak prerogatif Presiden," ungkapnya.

Kendati demikian, Habiburokhman mengapresiasi sikap dari Jokowi Mania dan Projo. Ia menilai usulan reshuffle merupakan bentuk besarnya harapan agar pemerintahan bisa berjalan dengan baik.

"Kami menghormati sikap kedua organisasi tersebut. Hal tersebut merupakan bentuk besarnya harapan mereka agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik," ucap Habiburokhman.

Seperti diketahui, dua kelompok relawan Presiden Joko Widodo memberi sorotan pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Projo menilai Kabinet Indonesia Maju kurang maksimal menangani dampak pandemi virus Corona (COVID-19), sedangkan kelompok Jokowi Mania (JoMan) ikut bermanuver mendorong agar Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

JoMan memberikan catatan kepada sejumlah menteri yang tidak layak dipertahankan. JoMan menyebut catatan itu datang dari kalangan aktivis 1998.

"Mereka menilai Presiden Jokowi harus mencopot atau merotasi menteri-menteri yang dinilai hanya menjadi beban negatif bagi pemerintahannya," ujar Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, dalam keterangannya kepada wartawan dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (22/10).

Immanuel mengatakan perlunya sejumlah menteri yang dicopot buntut kontroversi omnibus law UU Cipta Kerja. Ia menilai para menteri itu gagal mengeksekusi program-program Jokowi.

Hanya, JoMan belum mau mengungkap siapa menteri-menteri yang dimaksud. Namun ia menyatakan JoMan akan menyebut sejumlah nama itu dalam waktu dekat.

"Tunggu tanggal mainnya. Kita akan merilis nama-nama menteri itu secepatnya," ungkapnya.

Simak juga video 'Soal Reshuffle, Moeldoko: Nggak Ada, Kerja Lagi Kenceng':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/tor)