Pekerja Ambulans DKI Demo Tak Ditemui Anies, PDIP: Perlu Duduk Bersama

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 09:16 WIB
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono di Kantor DPD PDIP Jakarta, Kamis (14/4/2016)
Foto: Gembong Warsono (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perlu duduk bareng dengan Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat (PP AGD) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta yang saat berdemo di depan Balai Kota tak ditemui. Hal ini disebabkan pekerja ambulans rentan di tengah pandemi Corona.

"Kalo ada pekerja yang demo berarti kan ada kebijakan yang dianggap tidak pas. Maka perlu duduk bareng cari titik temu, kan itu pekerja yang penuh risiko di saat pandemi COVID-19 ini," kata Ketua F-PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Menurut Gembong, Anies tak menemui pekerja ambulans DKI saat berdemo karena sibuk. Hal itu berbeda saat Anies menemui pendemo menolak UU Cipta Kerja.

"Ya mungkin ketika demo para pekerja ambulans Pak Anies nya sedang sibuk, dan ketika demo omnibus law saat itu Pak Anies sedang tidak ada kegiatan, jadi beliau bisa menemui para pendemo," ucapnya.

Sementara itu, anggota F-PDIP DKI Jhony Simanjuntak menilai harus ada perwakilan Pemprov DKI menemui pihak PP AGD untuk membuka dialog. Mengingat para pekerja itu merupakan bagian dari Pemprov DKI.

"Mereka kan bekerja di lingkungan DKI, sedikit banyaknya mereka sudah punya andil di DKI. Oleh karena itu, ketika mereka berunjuk rasa, kenapa tidak Pak Gubernur harus menerima mereka, mungkin kalo ngga perwakilan adakan dialog, itu cara bagus, cara bijaksana, ini kan Pak Anies sebagai pemimpin," ujarnya.

Jhony pun menyinggung demo omnibus law yang ditemui Anies serta peninjauan Anies ke fasilitas yang terdampak. Dia mengingatkan jangan sampai publik mengira Anies hanya melakukan pencitraan.

"Ini kan apa yang dia lakukan lebih ke hal pencitraan dan politisasi, contoh masyarakat kan bertanya kenapa kemarin demo omnibus law bahkan perusakan segala macem didatangin, ini kan orang anggapnya pencitraan. Kita harus terima, diterima itu penting kita dengarkan keluhannya, kenapa langsung ke gubernur, saya yakin di bawah itu sudah mentok, akhirnya mereka bersama sama," tuturnya.

Sebelumnya, massa pegawai non-PNS dari PP AGD Dinkes DKI Jakarta berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui mereka. Massa pun membandingkan dengan tindakan Anies yang sempat menemui massa demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja dua pekan lalu.

"Pak Anies, kenapa massa demo omnibus law ditemui, kami tidak?" ujar salah satu orator di atas mobil komando di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Untuk diketahui, pada 8 Oktober 2020, Anies sempat menemui massa mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja setelah meninjau halte TransJakarta yang dibakar dan dirusak. Anies kala itu berpesan agar mahasiswa tetap tertib.

(rfs/aud)