Round-Up

Polemik Rapat DPRD DKI di Puncak Berbuah Hujan Kritik

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 05:14 WIB
Gedung DPRD DKI Jakarta
Gedung DPRD DKI Jakarta (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Seluruh komisi DPRD DKI Jakarta menggelar rapat di Puncak, Bogor, dengan dalih mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Kegiatan anggota Dewan itu menuai sorotan tajam.

Peristiwa ini berawal saat seluruh komisi DPRD DKI Jakarta menggelar rapat pembahasan Rencana Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2020.

Acara tepatnya dilaksanakan di Grand Cempaka Cipayung, Bogor, pada Selasa 21 Oktober 2020. Resort atau wisma tersebut milik BUMD JakTour. Rapat digelar di Bogor itu disebut guna mencegah penularan virus Corona.

"Di Grand Cempaka (Megamendung, Kabupaten Bogor). Perlu ruang terbuka untuk antisipasi penyebaran COVID," ucap Plt Sekretaris Dewan Hadameon Aritonang, saat dihubungi, Selasa (21/10).

Menurut Hadameon, saat rapat berlangsung, jendela-jendela di ruang rapat akan dibuka. Jadi, ada sirkulasi udara yang bagus untuk mencegah penularan COVID.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz menjelaskan ada sekitar 800 orang yang hadir dalam rapat tersebut. Selain anggota DPRD DKI, hadir jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Untuk diketahui, jumlah seluruh anggota DPRD DKI adalah 106 orang. Ada 5 komisi di DPRD DKI yang membidangi pemerintahan, pekerjaan umum, hingga kesejahteraan rakyat.

Menurut Azis, wisma itu memiliki ventilasi yang cukup sehingga disebut bisa mencegah penyebaran virus Corona.

Sontak rapat DPRD DKI Jakarta di Puncak itu menyedot perhatian publik. Sorotan datang dari epidemiolog hingga wakil rakyat di Senayan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3