DPRD DKI Rapat ke Bogor Berdalih Cegah Corona, Komisi II DPR Beri Sorotan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 17:31 WIB
Arwani Thomafi
Arwani Thomafi (dok. Istimewa)
Jakarta -

Seluruh komisi DPRD DKI Jakarta menggelar rapat di Puncak, Bogor, dengan dalih mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi mengatakan pertimbangan lokasi perlu memperhatikan efektivitas kegiatan.

"Penentuan lokasi rapat baik di kantor maupun di luar kantor tentu mempertimbangkan efektivitas sebuah kegiatan," kata Arwani kepada wartawan, Rabu (21/10/2020)

Arwani juga menyoroti pertimbangan keamanan dan keselamatan di masa pandemi COVID-19. Menurutnya, parameter keselamatan mutlak harus ada.

"Apalagi di tengah situasi pandemi ini, pertimbangan keamanan dan keselamatan dari paparan COVID-19 menjadi salah satu parameter yang mutlak harus ada," ujar Arwani.

Arwani kemudian mengatakan setiap pertimbangan dalam rapat kerja yang dilakukan DPRD DKI Jakarta dapat dicek. "Tinggal dicek, apakah pilihan rapat yang dilakukan oleh teman-teman DPRD DKI Jakarta itu merepresentasikan pertimbangan-pertimbangan tersebut atau tidak," tuturnya

Diketahui, seluruh komisi DPRD DKI Jakarta menggelar rapat pembahasan Rencana Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2020 di Puncak, Bogor. Rapat digelar di Bogor itu disebut untuk mencegah penularan virus Corona.

Acara dilaksanakan di Grand Cempaka Cipayung, Bogor, pada Selasa (21/10) kemarin. Resort atau wisma tersebut milik BUMD JakTour.

"Di Grand Cempaka (Megamendung, Kabupaten Bogor). Perlu ruang terbuka untuk antisipasi penyebaran COVID," ucap Plt Sekretaris Dewan Hadameon Aritonang, saat dihubungi, Selasa (21/10).

Menurut Hadameon, saat rapat berlangsung, jendela-jendela di ruang rapat akan dibuka. Jadi, ada sirkulasi udara yang bagus untuk mencegah penularan COVID.

"Semua jendela-jendela kita buka. Kalau kantor kan tertutup semua, tak ada jendela, kaca semua. Kalau di sini (Puncak) kan bisa," katanya.

Ada sekitar 800 orang yang hadir dalam rapat tersebut. Selain anggota DPRD DKI, hadir jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Iya, semua komisi, pembahasan APBD Perubahan. Ada 800-an orang yang hadir dari Dewan dan SKPD," ucap Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, saat dihubungi, Rabu (21/10).

Untuk diketahui, jumlah seluruh anggota DPRD DKI adalah 106 orang. Ada 5 komisi di DPRD DKI yang membidangi pemerintahan, pekerjaan umum, hingga kesejahteraan rakyat. Azis menyebut wisma itu memiliki ventilasi yang cukup sehingga disebut bisa mencegah penyebaran virus Corona.

"Di Bogor ini juga fasilitas Pemda (DKI), digunakan karena di Jaya Raya ini ventilasinya baik, sehingga meminimalisir penularan COVID-19," ujarnya.

Lihat juga video 'Anggota DPRD PDIP Pecahkan Gelas saat Rapat Bamus':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/elz)