Round-Up

Fredrich Yunadi Melawan Lagi, KPK Tak Segan Hadapi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 07:17 WIB
Mantan kuasa hukum terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjalani sidang pembacaan putusan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). Majelsi hakim memutuskan memberikan hukuman kepada Fredrich 7 tahun penjara denda 500 juta rupiah dan subsider 5 bulan penjara. Grandyos Zafna/detikcom
Fredrich Yunadi saat menjalani persidangan (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kini giliran seorang Fredrich Yunadi memantapkan diri melawan hukuman yang telah inkrah. Mantan kuasa hukum dari Setya Novanto itu mengajukan peninjauan kembali (PK) atas perkara yang membuatnya mendekam di terungku 7,5 tahun lamanya.

Untuk menyegarkan ingatan ada baiknya mengulang kembali perkara apa yang menjerat Fredrich. Bermula pada pertengahan November 2017 saat Novanto yang berstatus sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP tiba-tiba dikabarkan mengalami kecelakaan.

Mobil yang ditumpangi Novanto saat itu menabrak tiang lampu. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu lantas dilarikan ke rumah sakit tepatnya di RS Medika Permata Hijau.

"Benjol besar kepalanya. Tangannya berdarah semua. Benjol seperti bakpao," kata Fredrich pada Kamis, 16 November 2017.

Proses hukum tetap berlanjut untuk Novanto. Pada akhirnya Novanto ditahan setelah KPK mendapatkan pertimbangan medis mengenai kondisi kesehatan Novanto.

Ternyata setelahnya KPK tidak berhenti di situ. Peristiwa kecelakaan Novanto hingga akhirnya berada di rumah sakit itu ditelisik KPK lebih lanjut. KPK menduga ada perbuatan perintangan penyidikan terhadap Novanto.

Titik terang mulai muncul pada Selasa, 9 Januari 2018. Saat itu KPK mengajukan izin pencegahan ke luar negeri untuk 4 orang yaitu Fredrich Yunadi, Hilman Mattauch, Reza Pahlevi, dan Achmad Rudyansyah.

Fredrich Ditetapkan sebagai Tersangka

Sehari selepasnya KPK memberikan konfirmasi bila Fredrich telah berstatus tersangka tetapi Fredrich saat itu tidak langsung ditahan KPK. Namun setelahnya Fredrich tidak pernah memenuhi panggilan penyidik KPK hingga pada Sabtu, 13 Januari 2018 Fredrich ditangkap.

"Tadi berhasil dibawa dan akan diproses lebih lanjut secara intensif. Nanti kita akan sampaikan lagi terkait dengan apakah dilakukan penahanan," ujar Febri Diansyah yang saat itu menjabat sebagai Kabiro Humas KPK.

Proses hukum pun berlangsung bagi Fredrich. Dalam perjalanannya KPK juga menjerat dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka dalam skenario kesehatan Novanto.

Tonton video 'Vonis 7 Tahun untuk Fredrich Yunadi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2