Round-Up

Duduk Perkara Siswa SMK Nikahi 2 Remaja Lebih Dulu Berbadan Dua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 05:00 WIB
Pemkab Lombok Barat melakukan pertemuan soal siswa SMK menikahi dua wanita yang juga masih remaja.
Foto: Pemkab Lombok Barat melakukan pertemuan soal siswa SMK menikahi dua wanita yang juga masih remaja. (Dok DP2KBP3A Pemkab Lombok Barat)
Lombok Barat -

Duduk perkara siswa SMK yang menikahi dua remaja di Nusa Tenggara Barat (NTB) terungkap jelas. Dua remaja perempuan tersebut rupanya sudah berbadan dua sebelum menikah.

Kabar pernikahan siswa SMK, AR (18), dengan dua ABG sekaligus itu beredar di media sosial. Pernikahan itu lantas mendapat sorotan dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lombok Barat.

AR diketahui melaksanakan akad nikah dengan R (16) pada Selasa (15/9) lalu. Setelah itu, AR melakukan akad nikah keduanya dengan F (16) pada Minggu (11/10). Resepsi digelar pada Senin (12/10) di Dusun Batu Bangke Desa Cendi Manik.

DP2KBP3A Lombok Barat bergerak langsung memanggil ketiga orang tersebut.

"Insyaallah besok Senin kami beserta kanit PPPA Polres Lobar dan Camat akan turun untuk mengumpulkan semua Kepala Dusun beserta pasangan tersebut dan kedua orang tuanya," ungkap Erni, saat dihubungi detikcom, Minggu (18/10/2020).

Erni mengatakan kasus ini menjadi perhatian khusus dan akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang dianggap lalai membiarkan kasus ini terjadi.

"Kalau untuk anak-anak nggak ada, karena dia juga masih anak-anak dan dilindungi oleh Undang-Undang, kepentingan terbaik untuk anak itulah yang akan kita lakukan. Insyaallah kita akan dorong dia untuk tetap sekolah tapi bagi aparat yang membiarkan proses pernikahan itulah yang akan kita berikan efek jera," tegasnya.

Pertemuan pihak pemkab dengan orang tua, kepala dusun dan ketiga orang pasangan terkait pun digelar. Pemkab Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menegaskan tak mungkin memisahkan siswa SMK menikahi 2 wanita yang viral. Sebab, dua mempelai telah hamil.

"Karena kedua mempelai sudah hamil, sehingga upaya untuk memisahkan tidak mungkin dilakukan," kata Erni saat dihubungi detikcom Senin (19/10).

Selain mendapatkan fakta soal kedua mempelai wanita sudah hamil, Erni mengatakan pemanggilan tersebut menjadi peringatan kepada aparat desa agar tidak membiarkan kasus pernikahan usia anak terjadi.

"Tapi minimal ini peringatan bagi seluruh aparat baik kepala dusun, aparat desa untuk ke depannya tidak membiarkan apalagi memfasilitasi pernikahan usia anak karena ada hukuman yang sudah menunggu," tegasnya.

Selain itu, Pemkab juga berencana menggelar rapat koordinasi untuk membahas kasus ini pada Kamis mendatang. Seluruh kepala desa akan dikumpulkan.

"Rencana Kamis tanggal 22 Oktober kami akan rakor di Kecamatan untuk mengundang semua kepala desa untuk membahas masalah pernikahan anak," ujar Erni.

Lihat juga video 'Ini Dia Satu-satunya Member Putih Abu-abu yang Mau Nikah Muda':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2