Belum Ada Laporan, Polisi Tetap Selidiki Siswa SMK Nikahi 2 ABG di NTB

Faruk - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 19:08 WIB
Ilusttrasi menikah
Ilustrasi pernikahan (Foto: Thinkstock)
Lombok -

Polres Lombok Barat belum menerima laporan terkait heboh siswa SMK yang menikahi dua ABG. Kendati demikian, polisi tetap turun tangan untuk menyelidiki ada atau tidaknya pihak yang dirugikan.

"Untuk sementara belum ada laporan resmi yang masuk ke kita mengenai pernikahan 2 anak sekaligus ini. Tapi kita tetap turun untuk memastikan apakah ada yang dirugikan," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhaffiq Shiddiq kepada detikcom, Senin (19/10/2020).

Terkait kasus ini, polisi bersama Pemkab dan para kepala desa akan menggelar rapat koordinasi. Rapat koordinasi bertujuan menekan angka pernikahan usia anak serta memberikan pemahaman hukuman dan sanksi bagi siapa saja yang membiarkan kasus serupa terjadi.

"Akan diadakan rakor terkait aturan yang berlaku dikaitkan dengan kasus yang sedang terjadi pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2020 dengan mengundang dinas terkait termasuk para kades," kata Dhaffiq.

Siswa SMK dan 2 ABG tersebut juga sudah dimintai keterangan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBDP3A) pada Senin (19/10). Dalam kasus tersebut, kedua ABG itu diketahui telah hamil.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor desa setempat itu, polisi dan Dinas P2KBDP3A juga telah membuat kesepakatan dengan beberapa pihak termasuk pasangan pengantin.

"Suami akan tetap melanjutkan sekolahnya sedangkan istri ke-2 akan melanjutkan sekolah pasca melahirkan dengan dikawal ketat UPT PPA Kabupaten Lobar," jelas Dhaffiq.

Dari pertemuan itu juga, kata Dhaffiq, terungkap bahwa istri pertama R (16) yang dinikahi oleh siswa SMK berinisial AR itu telah hamil sebelum nikah dengan usia kandungan sekitar 2 minggu. Sementara istri kedua F (16) hamil sebelum nikah dengan usia kandungan sekitar 2 bulan.

"Dan untuk kondisi kedua istri sudah dicek oleh pihak Puskesmas setempat dan menyatakan sama dengan fakta," tutur Dhaffiq.

Prosesi akad nikah dilaksanakan di waktu yang berbeda, hanya saja resepsinya digelar bersamaan.

Akah nikah AR dengan R digelar pada Selasa (15/9) dan dihadiri oleh kadus hingga ketua RT. Sedangkan akad nikah yang kedua antara AR dan F digelar pada Minggu (11/10) di masjid yang sama dan dihadiri oleh kepala dusun dan penghulu yang sama.

"Hari Senin 12 Oktober 2020 resepsi istri pertama dan istri kedua bertempat di Dusun Batu Bangke Desa Cendi manik di rumah AR," tuturnya.

(knv/idh)