Penjelasan Pemkab Lombok Barat soal Faktor Pemicu 2 ABG Dinikahi Siswa SMK

Faruk Nickyrawi - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 15:51 WIB
Ilustrasi pernikahan
Foto Ilustrasi Pernikahan (iStock)
Lombok Barat -

Kasus pernikahan pria dengan dua wanita sekaligus kembali terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), kali ini terjadi di Kabupaten Lombok Barat, di mana mempelai prianya siswa SMK, sementara mempelai wanitanya dua anak baru gede (ABG). Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lombok Barat pun angkat bicara.

"Kalau kasus yang terdahulu itu bukan usia anak, tapi sudah dewasa, kalau kasus-kasus perkawinan usia anak biasanya karena memang sudah hamil sehingga mereka mengambil keputusan untuk menikah," ungkap Sekdis DP2KBDP3A Erni Suryana pada detikcom, Senin (19/10/2020).

Sebelum kasus ini viral di media sosial, kasus yang sama terjadi pada pertengahan Juni 2020 di Lombok Barat. Bedanya, pada kasus ini, mempelai pria dan wanita sama-sama berusia dewasa.

Kembali ke kasus terbaru, Erni menyebut faktor penyebab lainnya adalah kondisi ekonomi, putus sekolah, juga pergaulan bebas dan perkembangan IT.

"Selain itu juga banyak faktor, alasan ekonomi, alasan karena putus sekolah dan ada juga yang memang karena pergaulan dan perkembangan IT," sebutnya.

Sebelumnya, pemuda berinisial AR (18), yang masih duduk di bangku kelas XII SMK, diketahui menikahi dua remaja putri yang masih di bawah umur. AR pertama kali melaksanakan akad nikah dengan R (16) di Kecamatan Sekotong pada Selasa (15/9) lalu.

Kemudian dia melakukan akad nikah kedua dengan remaja F (16) pada Minggu (11/10) kemarin. Resepsinya sendiri digelar pada Senin (12/10), yang berlangsung di Dusun Batu Bangke, Desa Cendi Manik, tepatnya di kediaman AR.

Lihat juga video 'Jawaban Menohok Syakir Daulay Saat Ditanya Niatan Nikah Muda':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)