Mengenal Sholawat Nariyah, Sejarah hingga Bacaannya

Lusiana Mustinda - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 17:09 WIB
Infografis Keutamaan Sholawat Nabi
Foto: Luthfy S/detikcom
Jakarta -

Sholawat nariyah yang dibaca bertujuan untuk mengharapkan berkah sekaligus memohon kepada Allah untuk mendapatkan keselamatan. Seperti apa ya bacaan dan maknanya?

Sebelumnya pembacaan 1 miliar sholawat nariyah pernah digelar oleh PBNU dalam merayakan Hari Santri Nasional tahun 2019.

Dikutip dalam buku 'Rahasia Dahsyat Shalawat Keajaiban Lafadz Rasulullah SAW" oleh Ustadz M. Kamaluddin S.Pd. I. MM menyebutkan sholawat nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah.

Syekh Nariyah hidup di jaman Nabi Muhammad dan termasuk ke dalam salah satu sahabat nabi. Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah dan mengajarkan Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu selalu berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi.

Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syeh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut seholawat nariyah.

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawat sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah.

Berikut ini bacaan sholawat nariyah:

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."

Dalam sebuah hadis riwayat Al-Hafizh Ismail al-Qadhi, dalam bab Shalawat 'ala an-Nary, Rasulullah bersabda: "Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­-amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah."



(lus/erd)