detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 17:55 WIB

Hari Santri Nasional 2019 Baca Sholawat Nariyah, Ini Makna dan Keutamaannya

Abdul Jalil - detikNews
Hari Santri Nasional 2019 Baca Sholawat Nariyah, Ini Makna dan Keutamaannya Keterangan pers Hari Santri nasional 2019 (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Hari Santri Nasional 2019 akan jatuh pada 22 Oktober 2019 esok. Malam ini akan dilakukan pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah oleh warga Nahdlatul Ulama sebagai puncak peringatan. Apa makna dan keutamaannya?



Sholawat Nariyah disebut juga dengan sholawat Tafrijiyah Qurthubiyah. Sholawat ini dinamakan Nariyah karena, jika dibaca dan dipanjatkan dengan mengharapkan segala hajat dan apa yang dicita-citakan tercapai, insyaallah akan cepat terkabul.

Ketua Panitia Pelaksana Malam Puncak Hari Santri Nasional 2019, KH Misbahul Munir mengatakan Sholawat Nariyah memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Isi sholawat ini adalah sholawat kepada Rasulullah SAW dan doa kepada Allah SWT.

"Do'anya adalah "tanhallu bihil 'uqadu" yang artinya akan terurai segala ikatan dan akan terbukakan atau diberikan jalan keluar dari segala kesusahan. Sedangkan "wa tuqdha bihil hawaiju" artinya segala hajat akan dikabulkan oleh Allah SWT. Begitulah inti Sholawat Nariyah, yang merupakan perpaduan antara sholawat dan permohonan kepada Allah, melalui tawasul," kata KH Misbahul kepada wartawan, Senin (21/10/2019).



Mengutip kitab 'Hasinatul Asror' halaman 179, karya Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili, KH Misbah melanjutkan, salah satu sholawat yang mustajab adalah Sholawat Tafrijiyah atau Sholawat Nariyah. Dan barangsiapa orang Islam yang mengharapkan cita-citanya dapat dikabulkan oleh Allah, atau menolak bahaya, ingin menolak sesuatu yang tidak disukai, hendaknya mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca Sholawat Nariyah ini sebanyak 4.444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).

"Dan ini disebutkan dalam kitab tersebut, maka tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat. Bahkan sholawat ini juga dikatakan oleh para ahli yang tahu rahasia alam, diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni, artinya gudang kebaikan." ujarnya.

Sayangnya, menurut KH Misbah, banyak orang yang kini melupakan amalan Sholawat Nariyah. Padahal seorang ulama bernama Imam Dainuri menyebutkan sejumlah manfaat Sholawat Nariyah, antara lain barang siapa yang membaca Sholawat Nariyah sebanyak 11 kali selepas melaksanakan shalat fardu sebagai wiridan, rezekinya tidak akan putus.

"Jadi ada yang menentukan berkaitan dengan hitungan, misalnya Rasulullah SAW. pernah menyampaikan "Barangsiapa membaca sholawat kepadaku 100 kali, Allah akan mengijabahi 100 hajatnya, 70 di akhirat dan 30 di dunia". Dalam hadis yang lain, misalnya, Rasulullah pernah menyampaikan "Perbanyaklah sholawat kepadaku, karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan," kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Misbah itu.

Menurut dia, Rasulullah SAW mendengar sholawat yang dibacakan oleh umatnya. Dalam sebuah hadis riwayat Al-Hafizh Ismail al-Qadhi, dalam bab Shalawat 'ala an-Nary, Rasulullah bersabda: "Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amalĀ­-amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah."

Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma' az-Zawaid, bahwa hadis tersebut sahih. "Ini artinya Rasulullah melihat bahkan mendengar apa yang dilakukan umatnya. Rasulullah memohon ampun kepada Allah atas dosa yang dilakukan oleh umatnya. Jadi kepada umat Islam, silahkan memperbanyak baca sholawat. Tanpa hitungan atau dengan hitungan tertentu untuk mempermudahkan saja," tutur KH Misbah.

Acara peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari akan diikuti oleh Ulama di Jajaran PBNU.


Simak juga video "Meriahnya Pawai Grebeg Santri 2019 di Yogyakarta" :

[Gambas:Video 20detik]




(erd/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com