Pemerintah Minta Warga Tak Terlena Meski Vaksin Corona Tengah Disiapkan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 16:53 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta - Pemerintah tengah mempersiapkan ketersediaan vaksin virus Corona (COVID-19). Namun, masyarakat diminta tidak terlena dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Satgas ingin memberikan kabar baik bagi masyarakat. Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan vaksin sebagai bentuk intervensi medis untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus COVID-19 dan dapat menyokong usaha menuju ketahanan kesehatan," kata Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (15/10/2020).

Wiku menyebut hingga kini ada sejumlah kandidat vaksin Corona, di antaranya Sinovac dari China dan AstraZeneca dari Inggris. Wiku menegaskan keamanan vaksin untuk masyarakat akan menjadi prioritas pemerintah.

"Sebelum nantinya vaksin-vaksin tersebut diproduksi secara massal kepada masyarakat, baik itu diproduksi di luar negeri maupun di dalam negeri, terdapat berbagai tahapan pengembangan yang harus diikuti oleh setiap produsen vaksin, entah itu luar negeri maupun di dalam negeri," ujar Wiku.

"Tahapan-tahapan ini secara umum sebenarnya bertujuan untuk memastikan keamanan pada manusia atau masyarakat, termasuk juga menentukan rentang dosis yang aman untuk digunakan. Keamanan vaksin bagi masyarakat itu adalah menjadi prioritas dan tugas utama pemerintah," tegasnya.

Di sisi lain, Wiku meminta masyarakat tidak terlena meski saat ini vaksin tengah disiapkan. Masyarakat tetap diminta menerapkan protokol kesehatan yang disebutnya memiliki dampak besar mencegah penyebaran Corona.

"Walaupun vaksin akan dipersiapkan untuk diproduksi dalam jangka waktu yang dekat, kita tidak boleh terlena dengan ini. Kita harus tetap memahami bahwa solusi pengendalian COVID-19 tidaklah tunggal, tidaklah hanya satu. Saat ini hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menegakkan protokol kesehatan, karena upaya ini adalah upaya yang paling sederhana, tapi berdampak sangat besar," ujar Wiku.

Menurut Wiku, kepatuhan terhadap protokol kesehatan bisa menurunkan risiko penularan Corona hingga 85 persen. Persentase itu akan lebih besar jika pemakaian masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak diterapkan sekaligus.

"Secara ilmiah, terbukti bahwa kepatuhan terhadap tiap protokol kesehatan itu efektif menurunkan risiko penularan sampai dengan 85 persen. Jika kita dapat menerapkan ketiga protokol sekaligus, maka penurunan risiko penularan akan jauh lagi lebih besar," tandasnya. (azr/imk)