Gandeng China dan Inggris, Kemenkes Minta Semua Warga Divaksin Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 11:28 WIB
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja
Ilustrasi vaksin Corona (Foto: BBC World)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjalin kerja sama internasional dengan negara China dan Inggris untuk pengadaan vaksin virus Corona (COVID-19). Kemenkes menargetkan kerja sama itu bisa memenuhi kebutuhan vaksinasi untuk seluruh warga Indonesia.

Dalam keterangan di situs resmi Kemenkes, seperti dilihat detikcom, Kamis (15/10/2020), disinggung soal Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19, yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 5 Oktober 2020.

"Perpres ini mengamanatkan kepada Menteri Kesehatan untuk melakukan pengadaan dan pelaksanaan vaksin. Dalam melaksanakan mandat dari Perpres, Menteri Kesehatan memperhatikan pandangan dan masukan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN)," demikian keterangan dari situs resmi Kemenkes.

Kemenkes menyusun dua Rancangan Permenkes (RPMK) tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Imunisasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19. RPMK dibahas di lingkup internal lintas program dan lintas sektor dengan melibatkan institusi penting dalam proses pengadaan, di antaranya LKPP, BPKP, dan KPK.

Upaya memenuhi ketersediaan vaksin di Indonesia telah dilakukan Menkes Terawan Agus Putranto bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, dan Menteri BUMN Erick Thohir. Indonesia pun bisa mendapatkan akses terhadap kandidat vaksin Sinovac (RRT), Sinopharm (RRT), dan AstraZeneca (Inggris).

Selain mekanisme kerja sama bilateral, dalam mencari sumber-sumber vaksin, pemerintah menggandeng organisasi/aliansi internasional, yaitu Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI). Tak hanya itu, di Indonesia saat ini juga tengah dikembangkan vaksin Merah Putih dengan menggunakan strain virus Corona di Indonesia.

"Sambil menunggu vaksin Merah Putih, yang diperkirakan baru akan siap pada awal 2022, kita manfaatkan kerja sama dengan RRT dan Inggris. Karena vaksin ini perlu dua kali suntik, kita perlu atur prioritas pemberian vaksin. Kita prioritaskan dahulu pada tenaga kesehatan garda terdepan," jelas Menkes Terawan di sela-sela kunjungan ke China.

Pemerintah menargetkan vaksin dari RRT dan Inggris dapat memenuhi cakupan minimal 70 persen populasi masyarakat Indonesia. Vaksin dari organisasi/aliansi internasional CEPI dan GAVI ditargetkan akan menjamin akses vaksin terhadap 20 persen populasi Indonesia, sementara kesiapan vaksin Merah Putih diharapkan bisa mencakup 100 persen populasi Indonesia.

Sementara itu, dalam kunjungan kerja ke London, Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi menandatangani letter of intent (LoI) antara Kemenkes RI dan AstraZeneca tentang kerja sama pengadaan vaksin. Indonesia menyatakan permintaannya akan kandidat vaksin dari AstraZeneca untuk pengadaan sebesar 100 juta dosis pada 2021.

"Dengan penandatanganan LoI ini, Kementerian Kesehatan dan AstraZeneca berniat untuk menuntaskan perjanjian pembelian di muka pada akhir Oktober 2020 sehingga kami dapat memberikan akses vaksin COVID-19 kepada seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Inggris. Di situ, mereka melakukan sejumlah pertemuan dan kerja sama bilateral terkait vaksin COVID-19.

Kunjungan pertama Menlu dan rombongan dilakukan bersama Menlu Inggris, Dominic Raab, untuk membahas kerja sama bilateral antara kedua negara. Kemudian, dalam pertemuan AstraZeneca (AZ), Retno mengatakan AZ akan memberikan penyediaan vaksin sebanyak 100 juta kepada Indonesia.

"Pertemuan dengan jajaran pimpinan AstraZeneca telah berjalan dengan baik. Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebesar 100 juta untuk 2021," kata Retno dalam telekonferensi pada Rabu (14/10).

(azr/dhn)