Mahfud Md Cerita Kedekatan Anggota TGPF Korban Penembakan dengan Papua

Tiara Aliya - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 10:43 WIB
Mahfud Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua
Mahfud Md Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua (dok. Kemko Polhukam)
Jakarta -

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI Mahfud Md angkat bicara terkait insiden penembakan oleh KKB terhadap rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya. Ia menyebut saat ini kedua korban telah ditangani oleh dokter RSPAD.

Atas insiden ini, Mahfud pun menegaskan bahwa tim TGPF besutannya tetap bekerja melanjutkan proses investigasi.

"Anggota TGPF Pembunuhan di Intan Jaya Papua yang juga dosen UGM Bambang Purwoko dan Sertu Faisal Akbar terluka karena tembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Bersyukur kehadhirat Allah mereka sudah ditangani dengan baik oleh dokter di RSPAD. TGPF terus melanjutkan tugas," tulis Mahfud melalui akun Twitter pribadinya yang dilihat detikcom, Minggu (11/10/2020).

Mahfud menuturkan salah satu anggota TGPF yang tertembak, yaitu Bambang Purwoko, merupakan dosen peneliti UGM tentang permasalahan di Papua. Bambang, sebut Mahfud, dianggap sebagai ayah bagi anak Papua yang berada di Yogyakarta.

"Pak Bambang Purwoko dikenal bukan hanya dosen dan peneliti UGM tentang masalah Papua tetapi juga dikenal sangat mencintai Papua dan orang-orang Papua. Banyak tokoh Papua yang menjadi mahasiswa bimbingannya. Dia juga dikenal sebagai ayah anak Papua di Yogya karena banyak mahasiswa dan pelajar Papua yg diasuhnya," sebutnya.

Seperti diketahui, Bambang Purwoko dan satu prajurit TNI, Sertu Faisal Akbar, korban penembakan KKB, sudah diterbangkan dari Papua ke Jakarta. Keduanya pun langsung menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya Benny Mamoto menyampaikan saat ini timnya dalam keadaan baik. Benny mengungkapkan timnya sempat syok saat dihadang dan ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua.

"Keadaan anggota tim saat ini kondisinya sudah baik. Kemarin memang wajarlah kalau agak syok, tapi sekarang sudah pulih kembali, semangat tetap tinggi, dan kita sama-sama commit (berkomitmen) harus menyelesaikan tugas ini dengan baik," kata Benny melalui rekaman suara yang diterima detikcom, Sabtu (10/10/2020).

Benny menuturkan dirinya dan tim akan tetap melanjutkan proses investigasi. Dia juga mengatakan timnya tidak gentar setelah satu anggotanya ditembak.

Insiden penembakan terjadi di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hipadita, Intan Jaya, pukul 15.45 WIT pada Kamis (9/10). Saat itu TGPF kembali dari Distrik Hitadipa menuju Sugapa.

Tonton juga 'Kondisi Dosen UGM-Anggota TGPF Korban Penembakan KKB di Papua':

[Gambas:Video 20detik]

(imk/imk)