Sejarah Pagebluk Zaman Kolonial

Wabah Pes Malang: Disangka dari Mekah, Ternyata dari Beras Impor

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 09:52 WIB
Warga yang terjangkit wabah pes di Malang era kolonial Hindia-Belanda, diangkut aparat. (Nationaal Museum van Wereldculturen/Public Domain)
Warga yang terjangkit wabah pes di Malang era kolonial Hindia-Belanda diangkut aparat. (Nationaal Museum van Wereldculturen/Public Domain)
Jakarta -

Jauh sebelum COVID-19, penyakit pes sudah mewabah dan memakan korban jiwa. Penyakit yang diantarkan oleh tikus itu merenggut puluhan ribu korban jiwa.

Buku 'Epidemi Penyakit Pes di Malang: 1911-1916' karya Syefri Luwis memuat catatan sejarah penyakit itu, termasuk asal mula wabah yang awalnya diduga berasal dari Mekah, Arab Saudi.

Penyakit pes punya nama lain, sampar. Penyebabnya adalah bakteri berbentuk batang (basil) bernama Yersinia pestis. Bakteri ini ada pada kutu tikus rumah.

Wabah ini pertama kali terjadi Mesir dan Etiopia selama 60 tahun pada 542 sebelum Masehi, dikabarkan 100 juta jiwa meninggal. Pes juga pernah menyapu nyawa hingga 50 persen penduduk Eropa berkurang pada era 1330-1351, disebut sebagai Black Death.

Wabah pes melanda Pulau Jawa pada 1911-1916. Di Jawa Timur, total ada 37.012 orang meninggal dunia kena sampar. Di Jawa Tengah, 2.007 jiwa melayang. Di Jawa Barat, ada 6 korban jiwa.

Malang, Jawa Timur, menjadi daerah yang paling parah dilumat wabah itu. Saat itu adalah era pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.

Asal mula

27 Maret 1911, diketahui secara pasti ada basil pes dalam sampel darah istri guru yang tewas di Malang. Sejak saat itu, deteksi pes terus dilakukan.

Pada tahun yang sama, seorang haji bernama Bijang Amir di Karang Ploso meninggal dunia. Ternyata Haji Bijang Amir baru pulang dari menunaikan ibadah haji di Mekah sebulan sebelumnya. Menyusul kemudian ada laporan meninggal dunia dari daerah Batu. Ada pula tiga desa yang ditinggal penduduknya untuk menghindari pes.

Saat itu berkembang isu, penyakit pes di Malang adalah penyakit dari Mekah, Arab Saudi. Soalnya, ada seorang haji yang pulang dari Mekah kemudian meninggal dunia di Malang. Pendapat bahwa pes berasal dari Mekah berkembang secara luas di kalangan pers pada 1911.

Inspektur Kepala Dinas Kesehatan Masyarakat (Burgerlijken Geneeskundigen Dienst/BGD), dr de Vogel, menepis isu bahwa wabah pes berasal dari Malang.

Tonton video 'Wabah Kelaparan Melanda Yaman':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3