Round-Up

3 Fakta Terungkap Usai Peneror Video Call Sex di Makassar Ditangkap

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 06:08 WIB
Pria inisial KMA saat usai diamankan polisi karena melakukan teror video call sex ke sejumlah mahasiswi UIN Makassar
Pria berinisial KMA diamankan polisi karena melakukan teror video call sex ke sejumlah mahasiswi UIN Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Pria inisial KMA yang melakukan teror video call sex (VCS) ke mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ditangkap polisi. Satu per satu kedok KMA dibongkar.

Peristiwa menggegerkan ini berawal dari 12 mahasiswi UIN Alauddin, Makassar, mengalami teror video call seks pada September 2020.

Kebanyakan mahasiswi menerima panggilan video call, yang saat panggilan itu diterima, mahasiswi justru dipertontonkan video alat kelamin pria.

Salah seorang korban, F (19), menceritakan, mulanya ada pesan masuk ke gawainya dari nomor tidak dikenal. Dalam pesannya, nomor tersebut mengaku bernama Wisnu.

"Saya ditelepon video call di waktu yang berbeda, pertama 13 September 2020, tapi pas yang pertama dia cuma chat, dia bilang 'siang', saya balas 'siapa', dia bilang 'Wisnu'. Setelah itu, saya cuekin," ujar F kepada detikcom, Rabu (23/9).

Pada Jumat (18/9), F menerima panggilan video call dari nomor yang mengaku Wisnu. Saat panggilan itu diterima, hal tak terduga didapat. Pelaku memperlihatkan alat kelaminnya.

F mengatakan tiga temannya juga menerima VCS dari nomor yang tidak dikenal. Rupanya, teror VCS itu tak hanya didapat oleh 3 teman F. Tapi, ada 7 teman F lainnya yang mendapatkan teror VCS dengan nomor berbeda.

Para mahasiswi itu kemudian mengaku LBH Apik Sulawesi Selatan yang ikut membantu menjembatani untuk memproses hukum. Staf Pelayanan Hukum LBH Apik Sulawesi Selatan Nurhikmah Kasmar mengatakan, dari data yang mereka terima, ada 12 korban yang diduga mendapat teror VCS.

Para korban lalu melapor ke Polda Sulsel pada Sabtu 26 September 2020.

Terbaru, pelaku teror video call seks ke sejumlah mahasiswi akhirnya ditangkap. Pria berinisial itu kini diproses hukum.

Berikut 3 fakta terungkap usai peneror video call sex di Makassar ditangkap: