Demo Tolak Omnibus Law di DPRD Sumut Ricuh, 6 Polisi Terluka

ADVERTISEMENT

Demo Tolak Omnibus Law di DPRD Sumut Ricuh, 6 Polisi Terluka

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 16:22 WIB
Massa demo tolak omnibus law UU Ciptaker di depan DPRD Sumut (Datuk Haris-detikcom)
Foto: Massa demo tolak omnibus law UU Ciptaker di depan DPRD Sumut (Datuk Haris-detikcom)
Medan -

Polda Sumut mengatakan ada enam orang personel Polrestabes Medan yang terluka saat mengamankan demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker). Keenamnya terluka saat bertugas di DPRD Sumut.

"Polrestabes Medan enam. Yang di Medan di DPRD sumut," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, saat dimintai konfirmasi, Kamis (8/10/2020).

Tatan mengatakan ada juga personel polisi yang terluka saat bertugas mengamankan demo di daerah lainnya. Menurutnya, jumlah pasti personel yang terluka masih dihitung.

"Yang baru kami hitung itu ada 15 terluka. (Selain Medan) itu ada di Sidimpuan (Padangsidimpuan) tiga, Labuhanbatu enam," ucapnya,

Sebelumnya, demonstrasi tolak omnibus law digelar di sejumlah titik di Medan. Mayoritas massa berkumpul di depan gedung DPRD Sumut. Mereka meminta UU Ciptaker dicabut.

Kericuhan sempat terjadi usai massa mencoba masuk ke gedung DPRD Sumut. Mereka juga sempat melemparkan batu ke arah gedung DPRD Sumut hingga menyebabkan kaca pecah.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Selain itu, polisi juga mendorong massa menjauh dari gedung DPRD Sumut dengan menggunakan water cannon.

Setelah massa yang sempat terlibat kericuhan mundur, massa lainnya masuk. Polisi kemudian membuat barikade untuk mencegah massa mendekat ke gedung DPRD Sumut. Massa tertahan di sekitar persimpangan jalan Imam Bonjol dan Jalan Kapten Maulana Lubis.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT