Tolak UU Ciptaker, Aliansi Buruh Aceh Minta Pemprov Pakai Qanun

ADVERTISEMENT

Tolak UU Ciptaker, Aliansi Buruh Aceh Minta Pemprov Pakai Qanun

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 14:43 WIB
Ratusan warga dari berbagai elemen melakukan aksi unjuk rasa di perempatan Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Mereka melakukan aksi menolak UU Omnibus Law.
Ilustrasi tolak omnibus law (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)
Banda Aceh -

Aliansi Buruh Aceh menolak Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) karena dinilai merugikan pekerja. Buruh berharap Pemerintah Aceh berpedoman pada Qanun Ketenagakerjaan.

"Organisasi buruh di Aceh di bawah Aliansi Buruh Aceh sikap kita jelas menolak UU Ciptaker karena intinya merugikan pekerja buruh dan lebih rendah dari UU nomor 13 tahun 2003," kata Sekjen Aliansi Buruh Aceh, Habibi Inseun, kepada wartawan, Kamis (8/10/2020).

Qanun Ketenagakerjaan merupakan produk turunan dari Undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh . Habibi mengatakan qanun tersebut mengadopsi poin-poin dari UU Ketenagakerjaan, namun ada berapa hal yang berbeda.

Misalnya, kata Habibi, qanun tersebut mengatur perlindungan jam kerja bagi perempuan, libur tsunami, tunjangan hari meugang hingga masalah tenaga kerja asing (TKA). Dia menyebut qanun itu mewajibkan TKA yang bekerja di Aceh harus mendapat izin dari Dinas Tenaga Kerja serta selalu didampingi satu tenaga kerja lokal.

"Jika memang Pemerintah Aceh punya keinginan kuat untuk tetap memberi perlindungan terhadap tenaga kerja di Aceh, UU nomor 11 tahun 2006 memberikan jalan dan ada qanun ketenagakerjaan yang bisa dijalankan terkait ketenagakerjaan di Aceh," jelas Habibi.

"Mudah-mudahan isi qanun dan yang ada dalam UUPA ini juga memang benar-benar mencerminkan upaya untuk menyejahterakan pekerja di Aceh," sambungnya.

Habibi mengatakan Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan selama ini belum diimplementasikan secara penuh. Dia berharap Pemprov Aceh segera menjalankannya secara optimal.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT