Pasca G30S

Apakah 'Sejuta Orang' yang Dibantai Ikut Terlibat G30S/PKI?

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 15:13 WIB
30 Oktober 1965, Pemuda Rakjat (organisasi sayap PKI)  ditahan tentara. (AP Photo/File)
Ilustrasi: 30 Oktober 1965, Pemuda Rakjat (organisasi sayap PKI) ditahan tentara. (AP Photo/File)
Jakarta -

Sejarawan mencatat, puluhan ribu hingga sejuta orang dibantai usai G30S/PKI tahun 1965. Apakah orang-orang itu memang ikut terlibat kudeta G30S/PKI sehingga layak dibantai?

Angka soal jumlah orang yang dibantai pada pembunuhan massal 1965-1966 memang misterius. Sejarawan Robert Cribb menghimpun angkanya. Yang pasti, ada banyak orang meninggal dan itu bukan cuma angka, tapi manusia.

Komisi Pencari Fakta yang dibentuk pada Desember 1965 menyatakan jumlahnya 76.500 orang tewas, survei Kopkamtib menyatakan jumlahnya 1 juta orang tewas. Pangkopkamtib pada 1976 menyatakan setengah juta orang tewas.

Puluhan ribu hingga sejuta orang itu adalah anggota PKI, simpatisan PKI, dan orang-orang yang dituduh PKI pada tahun itu. Mereka diburu dan dihabisi lantaran dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965 yang menewaskan 6 jenderal, 3 perwira, 1 polisi, dan 1 putri jenderal.

Berdasarkan 'Bahan-bahan Pokok G-30-S/PKI dan Penghancurannya' yang diterbitkan Lembaga Ketahanan Nasiional pada Maret 1969, pemerintah menganggap mereka semua bertanggung jawab atas G30S/PKI. Berikut adalah kutipan dalam buku itu, sebagaimana dimuat dalam buku John Roosa, 'Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto':

Pertanyaan:
Apakah benar bahwa G-30-S/PKI yang menggerakkan adalah PKI dan apakah setiap anggota PKI tentu terlibat dalam G-30-S/PKI?

Jawab:
Benar
a. Bahwa G-30-S/PKI digerakkan oleh PKI telah dapat dibuktikan baik secara fakta maupun secara hukum di depan sidang-sidang Mahmilub yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tokoh-tokoh G-30-S/PKI.
b. Seluruh anggota PKI dapat dianggap terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung (setiap orang berkewajiban melaporkan pada penguasa bila ia mengetahui bahwa suatu kejahatan akan dilakukan dan juga sesuai dengan prinsip organisasi PKI bahwa keputusan pimpinan partai, mengikat seluruh anggota).

Jadi, pemerintah Orde Baru saat itu menganggap seluruh anggota PKI (tidak hanya elite parpol yang ingin kudeta saja) terlibat. Menimpakan kesalahan sejumlah orang kepada begitu banyak orang tidak pernah dilakukan pemerintah Indonesia sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2