Selain Diskon, Pool Party di Sumut Diramaikan Live DJ!

Datuk - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 19:55 WIB
Kolam renang viral ada party saat pandemi di Sumut ditutup (Datuk Haris-detikcom)
Kolam renang viral party saat pandemi di Sumut ditutup. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Polisi telah menetapkan General Manager Hairos Water Park, Edi Saputra, sebagai tersangka dugaan pelanggaran UU Kekarantinaan Kesehatan. Hasil penyelidikan, kegiatan itu dilakukan dalam rangka diskon hingga adanya live DJ.

"Mereka melakukan kegiatan tersebut dalam rangka diskon. Jadi awalnya tiket yang semula seharga Rp 45.000 diskon 50% menjadi Rp 22.500. Tidak ada mengajukan surat rekomendasi kepada Gugus Tugas. Perlu rekan-rekan ketahui kegiatan yang viral tersebut adanya kelompok atau kumpulan orang-orang yang berenang pada satu tempat kolam tadi dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan, pada kolam renang tersebut juga ada diselenggarakan live DJ," kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji saat jumpa pers, Jumat (2/10/2020).

Irsan mengatakan acara itu diduga merupakan inisiatif Edi selaku GM karena omzet yang turun selama pandemi. Selain itu, tak ada pembatasan terhadap pengunjung dan tak ada penyemprotan disinfektan di lokasi.

"Tidak dilakukan pembatasan terhadap pengunjung, jadi di bawah itu kolam renang ya dia pakai mesin ombak di atasnya ada DJ. Jadi ketika ada ombak, terjadi masyarakat itu kan berkumpul jadi tidak lagi ada jarak. Sejumlah kurang-lebih 2.800 pengunjung saat itu di dalam. Selanjutnya informasi yang dapat kita sampaikan adalah bahwa pada lokasi kolam renang tersebut tidak dilakukan penyemprotan disinfektan. Bukan pada air kolamnya ya, tidak. Pada lokasi tersebut tidak dilakukan penyemprotan secara rutin disinfektan," tuturnya.

Irsan mengatakan acara itu diduga merupakan inisiatif Edi selaku GM karena omzet yang turun selama pandemi. Selain itu, tak ada pembatasan terhadap pengunjung dan tak ada penyemprotan disinfektan di lokasi.

"Tidak dilakukan pembatasan terhadap pengunjung, jadi di bawah itu kolam renang ya dia pakai mesin ombak di atasnya ada DJ. Jadi ketika ada ombak, terjadi masyarakat itu kan berkumpul jadi tidak lagi ada jarak. Sejumlah kurang-lebih 2.800 pengunjung saat itu di dalam. Selanjutnya informasi yang dapat kita sampaikan adalah bahwa pada lokasi kolam renang tersebut tidak dilakukan penyemprotan disinfektan. Bukan pada air kolamnya ya, tidak. Pada lokasi tersebut tidak dilakukan penyemprotan secara rutin disinfektan," tuturnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan satu tersangka terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan virus Corona terkait pool party di Sumatera Utara. Tersangka merupakan GM Hairos Water Park, Edi Saputra.

"Berdasarkan data-data yang kita dapatkan di lapangan, dilakukanlah gelar perkara oleh Satreskrim dan di situ kita putuskan untuk sementara ini GM-nya sebagai tersangka," kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji.

Dia mengatakan GM Hairos Water Park itu dijerat sebagai tersangka karena diduga melanggar UU Karantina Kesehatan. Irsan juga menyebut Edi terancam hukuman 1 tahun penjara dan denda hingga Rp 100 juta.

"Kepada yang bersangkutan kita persangkakan Pasal 93 juncto Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juncto Permen Kesehatan Nomor 01.07 Menkes-382-2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona, dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara dan/atau denda Rp 100 juta," ujarnya.

(gbr/gbr)