Bocah Korban Penyiksaan Ayah Dijadikan Anak Angkat Kapolres Pelalawan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 15:19 WIB
Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko mengangkat bocah RFZ (10) yang jadi korban penganiayaan ayah kandung (dok. Istimewa)
Foto: Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko mengangkat bocah RFZ (10) yang jadi korban penganiayaan ayah kandung (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko merasa prihatin atas kasus yang menimpa RFZ (10) yang menjadi korban penganiayaan ayah kandungnya. AKBP Indra kini menjadikan bocah RFZ sebagai anak angkatnya.

"Iya, saya menjadi RFZ sebagai anak angkat saya. Dia saat saat ini sudah bersama keluarga dan tinggal di rumah saya," kata Indra dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (2/10/2020).

Indra menyebutkan, dia akan merawat korban kekerasan itu sebaik mungkin seperti anaknya sendiri. Dia juga sudah berkoordinasi dengan salah satu sekolah di Pangkalan Kerinci agar RFZ bisa pindah sekolah.

RFZ selama ini duduk di bangku kelas II SD di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan. Setelah diangkat menjadi keluarga besar AKBP Indra, anak malang tersebut harus pindah sekolah ke Pangkalan Kerinci, ibu kota Kabupaten Pelalawan.

"Sudah ada anggota saya tadi mengurusi sekolahnya. Jadi nantinya RFZ akan sekolah di sini (Pangkalan Kerinci)," kata Indra.

Dia menyebutkan, kondisi fisik bocah tersebut masih banyak bekas luka yang harus diobati. Luka tersebut bekas penganiayaan yang dilakukan ayah kandungnya Desman Zebua (34). Diketahui, Indra juga pernah membina anak jalanan di Pekanbaru saat menjabat sebagai Kasat PJR Polda Riau.

"Kondisi fisiknya masih banyak bekas luka yang belum sembuh. Masih perlu perawatan agar segera pulih," kata Indra.

Sebelumnya diberitakan, bocah tersebut pada Minggu (27/9) malam hari ditemukan warga di SPBU Kecamatan Pangkalan Kuras. Selanjutnya warga membawa anak tersebut ke Polsek Pangkalan Kuras. Dari sana diketahui, kalau bocah lelaki itu dibawa dan ditinggal ibunya di SPBU karena tak tega menjadi korban kekerasan ayahnya.

Tubuh RFZ banyak mengalami luka akibat penganiayaan ayahnya Desman Zebua. Dalam kasus ini ayah dan ibu korban, Mitaria Zendrato, sudah dimintai keterangan. Desman mengaku telah menganiaya anaknya dengan cara beberapa jari kakinya dijepit dengan tang.

Desman juga melayangkan kursi kayu ke punggung anaknya. Tak puas melakukan itu, Desman memukulkan tang tersebut ke wajah Refan hingga tersayat. Malah ayahnya ini sempat akan memotong kaki anaknya dengan kapak namun ditahan istrinya. Kasus penganiayaan ini didasari karena RFZ telah memukul adiknya.

(cha/jbr)