Anak di Riau Diduga Disiksa Ayah, Kelingking Kakinya Dijepit Tang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 19:09 WIB
Hand of prisoner grabbed the metal  fence in black and white
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Pekanbaru -

Seorang anak di Pelalawan, Riau, RFZ (10), diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan orang tuanya. Jari kaki RFZ diduga dijepit tang dan punggungnya dipukul kursi.

Kasus yang sudah viral ini diduga terjadi pada Minggu (27/9) malam. Saat itu polisi mendapat laporan dari masyarakat tentang seorang anak yang ditemukan di salah satu SPBU di Pangkalan Kuras, Pelalawan, dan kemudian dibawa ke rumah kepala desa setempat.

"Selanjutnya pihak Polsek Pangkalan Kuras langsung menuju rumah Kepala Desa untuk menjemput anak tersebut dan dibawa ke Polsek Pangkalan Kuras dan dikarenakan terdapat luka pada diri anak tersebut kemudian pihak Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kuras membawa anak tersebut ke Puskesmas Pangkalan Kuras 1 untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan sekaligus visum et repertum," ucap Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

Polisi kemudian menanyai anak tersebut perihal luka-luka pada tubuhnya. Anak itu kemudian mengaku dipukuli oleh ayahnya, Desman Zebua (34).

Pihak keluarga kemudian mengantarkan Desman dan istrinya ke kantor polisi pada Senin (28/9). Setelah itu, polisi menginterogasi dan Desman disebut mengakui perbuatannya.

"Telah mengakui perbuatannya telah melakukan kekerasan terhadap anaknya yang bernama RFZ," ucapnya.

Peristiwa itu terjadi saat Desman pulang kerja dan melihat anaknya NS serta MZ mengalami memar. Kedua anaknya kemudian mengaku memar itu disebabkan oleh pukulan RFZ.

"Lalu pelaku mengambil sebuah tang yang berada di atas meja barak tempat di mana dirinya tinggal, lalu menyuruh anaknya berdiri dan kemudian menjepit jari kelingking kaki sebelah kiri anaknya," ucap Indra.

Anak tersebut kemudian menjerit dan menangis. Si anak tak berhenti menangis, Desman malah menjepit jari kelingking kaki kanan anaknya. Setelah itu, dia juga disebut mengaku mengambil kursi kayu dan memukulkannya dua kali ke punggung anaknya.

Setelah itu, dia diduga mengambil tang dan memukul wajah anaknya. Dia juga disebut sempat mengambil kapak untuk memotong kaki anaknya, tapi dihentikan istrinya.

"Kemudian saat itu istrinya yang bernama Saudari Mitaria Zendrato langsung memegang dan menahan tangannya, sehingga kapak tersebut diletakkan kembali," ujar Indra.

Ibu anak tersebut kemudian membawa pergi anaknya. Dia meninggalkan anaknya di Desa Palas, Pangkalan Kuras, Pelalawan.

"Selanjutnya membawa pergi anaknya dari rumah dan lalu meninggalkannya di Desa Palas Pangkalan Kuras," tutur Indra.

Polisi kemudian menggelar pertemuan dengan keluarga dan beberapa pihak terkait. Hasilnya, anak tersebut akan diasuh oleh Kapolres Pelalawan.

"Bahwa untuk menentukan status hukum terhadap pelaku akan ditentukan melalui proses gelar perkara di Satreskrim Polres Pelalawan dikarenakan istri atau keluarga dari korban anak tidak ingin melanjutkan perkara ini ke proses hukum," tuturnya.

(haf/tor)