Kasus Mahasiswi Digilir Pria di Makassar, Polisi Periksa Wanita SN Pekan Ini

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 12:45 WIB
7 Orang yang diamankan terkait pemerkosaan mahasiswi secara bergiliran di Makassar (Hermawan-detikcom).
Wanita inisiial SN (21) saat diamankan di Polsek Panakkukang, Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Peran wanita SN (21) dalam kasus mahasiswi EA (23) diperkosa secara bergilir oleh sejumlah pria di Kota Makassar masih terus didalami polisi. Setelah berapa temuan yang mengarah ke keterlibatan SN, polisi akan memeriksa kembali SN pekan ini.

"Rencananya Kamis (1/10) depan dilakukan pemeriksaan tambahan," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman saat dimintai konfirmasi, Selasa (29/9/2020).

Selain SN, polisi akan memeriksa saksi lainnya yang ada di hotel tempat pemerkosaan terjadi, yakni pria berinisial IS (23), IB (25), dan UF.

SN sendiri merupakan seorang wanita yang sempat diamankan sebagai terduga pelaku dalam kasus ini, tapi belakangan hanya berstatus saksi. Pemeriksaan pada Kamis mendatang merupakan pemeriksaan perdana pasca-penetapan 3 orang sebagai tersangka.

Iptu Iqbal mengatakan SN dan ketiga rekannya yang masih berstatus saksi selama ini hanya dikenai wajib lapor. Wajib lapor dilakukan 2 kali dalam sepekan.

"Kemarin wajib lapor 4 orang (saksi) di Polsek, sekitar pukul 13.00 Wita siang. Jadi dia wajib lapor dua kali dalam satu pekan, itu setiap hari Senin dan Kamis," kata Iptu Iqbal.

Sebelumnya, polisi memang menyebut pihaknya masih akan mendalami peran SN dan tiga rekannya sebagai saksi. Untuk itulah dilakukan pemeriksaan tambahan.

"Penyidik sedang mengumpulkan alat bukti dan BAP tambahan, sekira memang ada, pasti kami proses lebih lanjut," ujar Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman di kantornya, Jalan Pengayoman, Makassar, Rabu (23/9).

Selain itu, ada pernyataan korban bahwa SN berperan aktif membuat dirinya menjadi korban. Terkait pernyataan tersebut, Kompol Jamal mengatakan hasil BAP tambahan akan memberikan jawaban lebih lanjut.

"Ya itu, nanti kami dalami dari BAP, kalau BAP saksi maupun tersangka dan korban ini kita kalau ada alat bukti, pasti kami proses lebih lanjut, yang pasti itu," katanya.

Kompol Jamal juga mengatakan peran SN mengajak korban saat ini belum menjadi pegangan kuat untuk penyidik menentukan status SN di luar saksi. Pernyataan korban tersebut butuh bukti tambahan.

"Memang ada pernyataan mengajak, cuma belum ada pendukungnya, kalau ada pendukung lain, insyaallah, karena kita tidak mau gegabah langsung menetapkan tersangka tanpa ditunjang hasil BAP dan bukti yang kuat," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, kasus pemerkosaan bergilir terhadap mahasiswi EA bermula saat korban dan rekan prianya datang ke tempat hiburan malam (THM). Keduanya kemudian bertemu perempuan SN dan enam rekan pria SN.

Saat Minggu (20/9) dini hari, SN meminta EA yang mabuk berat ikut dengannya lalu rekan pria EA diminta pulang. Saat itulah EA dibawa ke hotel di wilayah Panakkukang dan akhirnya diperkosa bergilir oleh tiga rekan pria SN.

Kini tiga rekan pria SN tersebut, yakni AF (22), MF (26), dan NA (20), telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan polisi. Ketiganya dijerat Pasal 286 dan Pasal 289 KUHPidana dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.

(nvl/nvl)