2.131 Bencana Terjadi di RI hingga September 2020, Banjir Mendominasi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 22:22 WIB
Banjir bandang menerjang wilayah Kecataman Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ratusan rumah terendam beberapa diantaranya mengalami kerusakan. Tiga orang hanyut dan dua di antaranya ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa.
Ilustrasi banjir bandang menerjang wilayah Kecataman Cicurug, Kabupaten Sukabumi, beberapa hari lalu (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 2.000 bencana dari Januari hingga September ini. BNPB mencatat 99% bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

"Bahaya hidrometeorologi tetap menjadi ancaman hingga akhir tahun ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangannya, Rabu (30/9/2020).

BNPB mencatat jumlah kejadian tertinggi, yakni banjir sebanyak 791 kali. Setelah itu puting beliung 573 kejadian, tanah longsor 387 kejadian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 314 kejadian, gelombang pasang atau abrasi 26 kejadian, kekeringan 22 kejadian, gempa bumi 13 kejadian, dan erupsi gunung api 5 kejadian.

"Total jumlah bencana alam sebanyak 2.131 kejadian," kata Raditya.

Bencana yang terjadi berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan harta benda. BNPB mencatat 322 orang meninggal dan hilang, 454 mengalami luka-luka, dan 4.481.641 mengungsi.

Sedangkan kerusakan infrastruktur, bencana berdampak pada kerusakan di sektor pemukiman 31.749 unit rumah, 627 fasilitas pendidikan, 653 fasilitas peribadatan, dan 128 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Jumlah kejadian bencana ini lebih rendah 25,1 persen dibanding pada periode waktu yang sama pada 2019. Persentase jumlah korban meninggal dan hilang, luka-luka, menderita dan mengungsi, serta rumah rusak juga menurun jumlahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2