Korban Tim Mawar Kini: Anggota DPR, BPK, hingga Masih Hilang

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 15:09 WIB
Ilustrasi para korban penculikan Tim Mawar (Repro detikcom)
Ilustrasi para korban penculikan Tim Mawar (Repro detikcom)
Jakarta -

Eks anggota Tim Mawar kini banyak yang duduk di jabatan strategis, begitu pula korban Tim Mawar. Di antara mereka, ada yang menjadi anggota dewan hingga duduk di lembaga pemerintahan. Namun ada pula yang hingga hari ini masih hilang.

Tim Mawar kembali menjadi buah bibir lewat Keputusan Presiden (Keppres) Jokowi Bernomor 166/TPA/Tahun 2020. Dua mantan anggota Tim Mawar ditunjuk menjadi anak buah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, sosok yang menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat Tim Mawar dibentuk tahun 1997.

Dilansir dari catatan pemberitaan detikcom hingga Rabu (30/9/2020), Tim Mawar dibentuk dari Grup IV (Sandi Yudha)/Kopassus.

Saat itu, Komandan Grup IV/Kopassus adalah Kolonel Chairawan. Adapun Komandan Jenderal Kopassus adalah Brigjen Prabowo Subianto. Mayor Inf Bambang Kristiono (saat ini Wakil Ketua Komisi I DPR) menjadi komandan Tim Mawar. Buat apa sih Tim Mawar dibentuk?

"Targetnya jelas: memburu dan menangkapi aktivis radikal," tulis Femi Adi Soempeno di buku 'Prabowo: Dari Cijantung Bergerak ke Istana'.

Tim Mawar dibentuk di ujung era pemerintahan Presiden Soeharto. Saat itu, marak sekali demonstrasi dan perlawanan rakyat. Aparat mempersepsikan para aktivis pro-demokrasi sebagai orang-orang radikal.

Total ada 9 orang aktivis pro-demokrasi yang diculik. Ada pula 14 orang lain yang hingga kini masih hilang. Berikut adalah kabar mereka kini:

1. Desmond: Gerindra, Pimpinan Komisi III DPR

Dikutip dari 'Penculikan dan Penghilangan Paksa' koleksi Pusat Dokumentasi ELSAM, Desmond Junaidi Mahesa diculik pada 3 Februari 1998. Saat itu dia adalah pengacara dan Ketua LBH Nusantara cabang Jakarta.

Di depan kantor Departemen Pertanian Salemba, Desmond ditodong pistol, dimasukkan ke mobil, dan kepalanya ditutup dengan tas hitam, dan ditelungkupkan. Dia dimasukkan ke ruang gelap, diinterogasi, dipukuli, ditendang, disetrum, dan direndam dalam bak mandi. Pada 3 April 1998, dia dibebaskan.

Tahun 2009, Desmond terpilih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto. Kini dia menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR. Posisi terbaru di Gerindra, Desmond menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina.

Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa melantik Ketua DPC Gerindra Cilegon Awab (M Iqbal/detikcom)Desmond J Mahesa (M Iqbal/detikcom)

2. Pius Lustrilanang: Anggota BPK

Saat 1998, Pius Lustrilanang adalah aktivis dari Aliansi Demokrasi Rakyat (ALDERA) dan Solidaritas Indonesia untuk Amien dan Mega (SIAGA) yang menentang Presiden Soeharto.

Pius ditangkap di depan RSCM pada 4 Februari 1998. Dia ditodong pistol di dalam mobil yang membawanya ke penyekapan. Dia diinterogasi, disetrum, direndam, ditelanjangi, hingga diinjak kepalanya. Dia dibebaskan pada 2 April 1998.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom tahun 2005, Pius adalah Panglima Brigade Siaga Satu (Brigas), masuk dalam gerbong gerakan pembaharuan PDIP yang ingin mengoreksi manajemen otoriter. Saat itu, Pius tidak mendukung Megawati untuk kembali menjadi Ketum PDIP.

Selanjutnya, dia menjadi Wasekjen Partai Demokrasi Pembaruan tahun 2005-2007, menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Nasional tahun 2007-2008, dan akhirnya berlabuh di Partai Gerindra dan berhasil menjadi anggota DPR pada periode 2009-2014. Dia kembali lolos menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari Partai Gerindra.

Tahun 2019, dia mulai menjadi anggota II Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga sekarang.

pius lustrilanang sidang disertasi di unibrawPius Lustrilanang (Muhammad Aminudin/detikcom)

3. Haryanto Taslam: Berlabuh di Gerindra hingga tutup usia

Haryanto adalah pengurus pusat PDI pro Mega. Pada 8 Maret 1998, Haryanto yang sedang mengendarai mobil tiba-tiba dipepet dan ditabrak oleh mobil lain di pintu TMII, Jakarta Timur. Orang dari mobil yang menabraknya keluar dan menutup mata Haryanto, tangan Haryanto juga diborgol. Dia diinterogasi dan disekap 40 hari, dibebaskan pada 17 April 1998.

Haryanto pindah haluan parpol. Dia gabung dengan Partai Gerindra tahun 2009, aktivis '98 terkejut lantaran persepsi saat itu menganggap aktivis '98 tentu bermusuhan dengan Cendana dan Prabowo. 2012, Haryanto menjadi anggota dewan pembina Partai Gerindra.

14 Maret 2015, Harynto mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.

Simak video 'Putra Pahlawan Revolusi Berkisah Tentang G30S dan Kekuatan PKI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3