3 Tempat Isolasi Pasien Corona Milik DKI Punya Kapasitas 166 Kamar

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 15:38 WIB
Salah satu gedung di Jakarta Islamic Center (JIC) jadi lokasi isolasi mandiri bagi pasien COVID-19. Salah satu fasilitas yang tersedia di sana yakni WiFi gratis
Salah satu gedung di Jakarta Islamic Center (JIC) jadi lokasi isolasi mandiri bagi pasien COVID-19. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memiliki tiga tempat untuk isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani mengatakan, dari tiga lokasi itu, total ada 166 kamar yang tersedia.

"Total dari tiga wisma ada 166 kamar," ujar Fify kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

Tiga lokasi itu berada di Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre), Jakarta Utara; Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur; dan Graha Wisata Ragunan, Kompleks GOR Jaya Raya Ragunan, Jakarta Selatan.

Fify merinci, dari 116 kamar itu, 48 di antaranya berada di Graha Wisata TMII, Jakarta Islamic Center (JIC) 52 kamar, kemudian ada 66 kamar di Graha Wisata Ragunan. Namun jumlah kapasitas tempat tidurnya masih dalam proses.

"Sedang dalam proses ada berapa TT (tempat tidur) yang akan disiapkan terkait protokol COVID," jelas dia.

Fify mengatakan saat ini belum ada pasien yang masuk ke tiga wisma tersebut.

"Belum (ada pasien yang masuk)," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan tiga lokasi milik Pemprov untuk isolasi terkendali pasien Corona. Penetapan tiga lokasi ini dalam rangka penanganan wabah COVID-19 yang sampai saat ini belum mereda.

Penetapan tempat isolasi ini tercantum dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 979 Tahun 2020 tentang Lokasi Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI Jakarta dalam rangka penanganan COVID-19.

"Menetapkan Lokasi Isolasi Terkendali milik Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dalam rangka penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dengan daftar sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan gubernur ini," demikian isi Kepgub, seperti dilihat, Senin (28/9).

(man/idn)