Round-up

11 Fakta Terbaru Kasus Pelecehan-Pemerasan Rapid Test di Soetta

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 05:01 WIB
Polisi rilis kasus pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta
Foto: (Tiara Aliya/detikcom)

Tersangka Dipamerkan

EF tampil memakai topi warna hitam bertulisan 'Tersangka' saat dipamerkan polisi ke publik. EF telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan, pemerasan, dan pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah kejadian itu viral di media sosial, EF ditangkap di Kecamatan Balige, Kahupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada Jumat (25/9).

EF juga telah ditahan selama 20 hari sejak Sabtu, 26 September 2020.

Keterangan Saksi-Rekaman CCTV Jadi Bukti

Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho mengungkapkan sejumlah bukti telah dikantongi polisi.

"Bukti-bukti pelecehan) hasil assessment P2TP2A Kabupaten Gianyar, rekaman CCTV, keterangan saksi," kata Yurikho dalam keterangan kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Menurut dia, rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta menjadi petunjuk kuat polisi dalam menetapkan tersangka dalam kasus pelecehan. Rekaman CCTV merekam aksi pelaku saat itu.

"Hasil rekaman CCTV menggambarkan indikasi kuat terjadinya dugaan tindak pidana pelecehan," ujar Yurikho.

Pelecehan Terekam CCTV

Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk yang menguatkan bahwa benar tersangka telah melakukan pelecehan ke korban LNI.

"Hasil rekaman CCTV menggambarkan indikasi kuat terjadinya dugaan tindak pidana pelecehan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho dalam keterangan kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya telah mengecek rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Hasil pengecekan, pelaku dan korban berada pada satu tempat dengan posisi yang berdekatan.

"CCTV ini belum terlalu jelas, karena kalau kita lihat CCTV-nya yang ada pada saat itu betul korban dengan pakaian yang sama seperti apa yang disampaikan, berdekatan saja. Tapi tidak terlihat seperti apa," kata Yusri.


(aan/dhn)