Akmal Taher Mundur, PKS Duga Ada Kebijakan yang Tak Diakomodir Luhut

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 19:29 WIB
Akmal Taher
Foto: Akmal Taher (Sumber: Situs FK UI).
Jakarta -

Profesor Akmal Taher mundur dari jabatan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19. Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf menduga mundurnya Akmal Taher akibat kebijakan penanganan COVID-19 tidak diakomodir oleh Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Bukhori, yang juga anggota Komisi VIII DPR RI, mengatakan Akmal Taher telah menyiratkan hal tersebut kepada publik. Namun, Bukhori mengatakan Komisi VIII DPR RI belum mendapat informasi resmi tentang apakah kemunduran Akmal Taher akibat 'ditegur' oleh Luhut.

"Setahu saya di Komisi VIII tidak menerima laporan atau pengaduan itu, meskipun kita bisa menangkap ya bahasa verbalnya Prof Akmal itu ketika dia menyampaikan ke tengah-tengah publik," kata Bukhori saat dihubungi pada Senin (28/9/2020).

"Artinya bahwa kondisi kebijakan yang selama ini dia (Akmal Taher) lakukan itu kan dianggap tidak performed oleh koordinator baru, yaitu Luhut Binsar Pandjaitan. Nah oleh karena itu beliau daripada menempati sesuatu tempat yang dia tidak bisa berkontribusi secara maksimal ya dia mengambil peran yang lain. Saya kira itu," sambungnya.

Bukhori menilai Akmal Taher merasa kebijakannya terkait penangan COVID-19 tidak diakomodasi oleh Luhut. Karena itu, menurutnya, Akmal pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

"Karena itu, dia (Akmal Taher) karena merasa tidak... atau kebijakannya tidak terakomodasi atau tidak bisa dilanjutkan yang itu merupakan satu keyakinan daripada beliau yang merupakan ahli dan profesional dalam bidangnya dan memang sesuai dengan ilmu yang dia punya, ya lebih baik beliau keluar dari tempat itu," imbuhnya.

Apabila Akmal Taher benar mundur akibat 'ditegur' oleh Luhut, maka Bukhori menilai Luhut tidak sepatutnya melakukan hal itu. Terlebih, Luhut bukan seorang ahli dalam bidang kesehatan.

"Ya seharusnya tidak sepatutnya (Luhut 'marahin' Akmal Taher). Apalagi Pak LBP itu kan bukan ahli bidang kesehatan. Harusnya dia percaya dong kepada profesional yang memang bidangnya dan menekuni sejak dari awal dan selama ini beliau perform dalam bidang itu. Ya saya kira harusnya dihargai," ujar Bukhori.

Selain itu, Bukhori juga menyayangkan kemunduran Akmal Taher jika memang itu terjadi akibat adanya 'teguran' dari Luhut. Apalagi, Akmal Taher mundur di saat pandemi COVID-19 masih mewabah di tanah air.

"Kalau memang itu benar adanya maka sebenernya kita sangat sayangkan pola pemerintahan yang seperti ini. Di saat bahwa apa namanya... kenaikan pandemi ini masih belum ketahuan kapan ini puncaknya apalagi sampai berakhirnya, dan secara fakta kemudian jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal dunia juga terus menaik dan bertambah dan di satu sisi kebijakan yang diperintahkan Presiden Jokowi supaya lebih menitikberatkan kepada kesehatan, seperti fakta di lapangan tidak demikian halnya," ujarnya.

Diketahui, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Prof Akmal Taher mengundurkan diri dari jabatannya. Sebelum menyatakan mundur, rupanya Akmal sempat menghadiri rapat bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Juru bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, mengatakan Luhut selaku Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menggelar rapat bersama Satgas COVID-19 dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam rapat itu, Akmal hadir mewakili Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo.

"Memang waktu itu di rapat Pak Luhut mengingatkan Satgas yang waktu itu diwakili Prof Akmal dan Kemkes yang diwakili oleh salah satu Staf Khusus," kata Jodi saat dihubungi, Minggu (27/9).

(hel/gbr)