Survei BPS: Masyarakat Berpendidikan Rendah Yakin Tak Tertular Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 17:24 WIB
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. Lukisan itu dibuat agar para pengguna jalan mematuhi protokol kesehatan guna cegah COVID-19
Ilustrasi (Agung Mardika/detikcom)
Jakarta -

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa 17 persen responden menyatakan tidak mungkin tertular virus Corona (COVID-19). BPS menyatakan, angka ini masih tinggi.

"Masih kelihatan bahwa 17 persen atau 17 dari 100 responden itu mengatakan mereka sangat tidak mungkin tertular COVID-19. jadi masih ada 17 persen. Jadi saya pikir 17 persen ini persentase lumayan tinggi. mereka yakin tidak tertular atau tidak mungkin tertular," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam rilis survei secara virtual, Senin (28/9/2020).

Berikut ini hasil temuan BPS:

PERSEPSI KEMUNGKINAN TERINFEKSI/TERTULAR COVID-19

- Tidak mungkin: 12,5 persen
- Sangat tidak mungkin: 4,5 persen
- Sangat mungkin: 19,3 persen
- Cukup mungkin: 34,3 persen
- Mungkin: 29,4 persen

Kecuk mengatakan, makin rendah tingkat pendidikan responden, mereka meyakini tidak tertular Corona. Hal sebaliknya bagi yang berpendidikan tinggi.

Survei BPS soal persepsi kemungkinan terinfeksi CoronaSurvei BPS soal persepsi kemungkinan terinfeksi Corona. (Dok. BPS)

"Ketika pendidikannya rendah, mereka yakin bahwa saya pasti tak tertular. Tapi kalau pendidikannya tinggi, kesadaran tinggi sehingga persentasenya menurun," kata Kecuk.

Kecuk menambahkan, sosialisasi perlu digencarkan dengan tepat sasaran supaya tingkat kesadaran masyarakat akan risiko virus Corona meningkat. Virus ini disebutnya dapat menular ke siapa pun.

"Apa yang menjadi catatan? Kita nampaknya perlu lebih keras lagi menggencarkan mengenai pemahaman masyarakat tentang COVID-19. Perlu terus-menerus digalakkan siapa pun bisa terkena risiko karena COVID-19 tidak mengenal umur, kelamin, pendidikan, status sosial," ujar Kecuk.

Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19 menggunakan rancangan Non-Probability Sampling, yang merupakan kombinasi dari Convenience, Voluntary, dan Snowball Sampling, untuk mendapatkan respons partisipasi sebanyak-banyaknya dalam kurun 1 minggu pelaksanaan survei (7-14 September 2020). Jumlah responden dalam survei sebanyak 90.967 (44,77 persen laki-laki, dan 55,23 persen perempuan).

(dkp/gbr)