Jejak MeMiles: Siti Badriah-Keluarga Cendana Diperiksa hingga Sanjay Bebas

Andi Saputra - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:32 WIB
Barang bukti kasus investasi bodong MeMiles kini mencapai Rp 147 miliar. Sebelumnya ada tambahan Rp 3,5 miliar dari rekening Ari Haryo Wibowo Harjojudanto atau Ari Sigit.
Foto: Barang bukti kasus investasi bodong MeMiles (Hilda Meilisa Rinanda).
Jakarta -

Dirut PT Kam and Kam, Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay divonis bebas PN Surabaya. Lewat aplikasi MeMiles, Sanjay berhasil menghimpun Rp 750 miliar lebih. Dilarang di mata Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi dinyatakan bukan investasi bodong di mata hakim. Bagaimana kronologinya?

Berikut jejak MeMiles yang dihimpun detikcom, Senin (28/9/2020):

2015
Sanjay juga membuat skema marketing yang menarik banyak masyarakat menggelontorkan uangnya ke kocek Sanjay. Sanjay mengaku memiliki bisnis tisu.

Ia memberikan kesempatan masyarakat yang ingin ikut investasi di bisnis tersebut. Bagi yang tertarik, Sanjay memberikan kesempatan beriklan produk di tisu itu. Bagi yang setor Rp 1 juta, maka bisa beriklan di 50 juta kemasan tisu. Polda Metro Jaya kemudian menangkap Sanjay dan diproses.

7 Desember 2015
PN Jakut menjatuhkan hukuman 3 bulan penjara.

2016
Sanjay mulai membuat aplikasi MeMiles. Aplikasi ini bisa didownload lewat Playstore, Android dan bisa dibuka lewat desktop.

Setiap masyarakat bisa menjadi member MeMiles. Kemudian member diminta melakukan top up sejumlah uang dengan daya tarik mendapatkan hadiah fantastis. Seperti kendaraan roda empat yang akan diberikan 20-40 hari kerja. Yaitu dengan cara:

1. Avanza dengan top up Rp 5.000.000
2. Pajero dengan top up Rp 8.400.000
3. Fortuner dengan top up Rp 8.400.000
4. Lamborghini dengan top up Rp 100.000.000

Puluhan ribu orang tertarik dan MeMiles berhasil menghimpun lebih dari Rp 750 miliar.

Agustus 2019
OJK melarang MeMiles karena menghimpun dana dari masyarakat tanpa izin. Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Heru Cahyono, pihaknya telah mengeluarkan rilis tentang penutupan MeMiles.

"Sebetulnya MeMiles ini sudah ditutup ya berdasarkan press release bulan Agustus. Itu berarti kan tidak mempunyai izin. Jadi kepada masyarakat jika ada penawaran-penawaran tentunya harus dicek dulu," kata Heru.

Desember 2019
Polda Jatim menahan Sanjay dengan 4 anak buahnya yaitu Fatah Suhanda, Martini Luisa, Sri Windyaswati dan Prima Hendika. Polda Jatim juga menyita aset dan uang hingga Rp 170 miliar lebih.

13 Januari 2020
Artis Eka Deli diperiksa Polda Jatim.

Di Jakarta, anggota MeMiles menggelar konferensi pers. Mereka menolak kasus ini dipidanakan.

"Kenapa apa-selalu selalu OJK ya. Saya nggak ngerti soal-soal gtuan. Saya yang penting MeMiles jalan lagi. Kalau ada institusi yang bantu kami, monggo bantu kami," kata Ketua Komunitas Member MeMiles, Kemala Intan, dalam jumpa pers di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman.

Selanjutnya
Halaman
1 2