Round-Up

Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok dan Keluarga di Ujung Perdamaian

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 06:10 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan istri, Puput Nastiti Devi serta keluarga sudah membukakan pintu maaf kepada kedua tersangka yang mencemarkan nama baiknya. Setelah pertemuan tersebut, Ahok mempertimbangkan untuk mencabut laporannya terhadap kedua tersangka tersebut.

Ahok bahkan mengutus tim kuasa hukum ke Polda Metro Jaya pada Kamis (24/9) lalu. Pengacara diminta berkonsultasi dengan penyidik untuk mencabut laporan polisi.

"Iya betul, kami berkonsultasi dengan penyidik cyber terkait teknis pencabutan laporan polisi," kata pengacara Ahok, Ahmad Ramzy ketika dihubungi detikcom, Jumat (25/9/2020).

Ramzy mengatakan pada Kamis (24/9) Ahok telah mengutus dirinya untuk mengurus pencabutan laporan polisi tersebut ke Polda Metro Jaya. Namun, dia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya terkait pencabutan laporan polisi tersebut.

"Tapi belum dicabut saat ini jadi kami baru berkonsultasi," imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya belum menerima permohonan pencabutan laporan tersebut secara resmi. Yusri menegaskan, saat ini perkara tersebut masih diproses.

"Kami belum terima, sehingga berkas masih berjalan. Jadi tidak berandai-andai kita. Sampai saat detik ini belum ada pencabutan," kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3