Berkas 2 Tersangka Penghina Ahok-Puput Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas 2 Tersangka Penghina Ahok-Puput Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 15:29 WIB
Dua pelaku pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibekuk polisi. Satu pelaku kini telah berada di Polda Metro Jaya.
Tersangka pencemaran nama baik Ahok (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya tengah merampungkan berkas tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan istri, Puput Nastiti Devi. Berkas kedua tersangka, KS dan EJ, segera dilimpahkan ke kejaksaan.

"Untuk masalah pencemaran nama baik Ahok, tersangka KS dan EJ, berkas perkara sudah siap untuk tahap I," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Yusri mengatakan pihaknya saat ini masih memproses perkara tersebut, meski dari pihak Ahok bersedia memaafkan kedua tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi ada kemungkinan--dari pengacara yang bilang--dari pelapor ini akan ada upaya memaafkan yang bersangkutan," imbuhnya.

Yusri menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan dari pihak pengacara.

ADVERTISEMENT

"Makanya kita masih menunggu dari pengacara. Kalau kita sudah dalam on the track," imbuhnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menangkap kedua tersangka atas dugaan pencemaran kepada Ahok dan istri, Puput Nastiti Devi, serta keluarganya. Keduanya ditangkap di Bali dan di Medan.

Hasil pemeriksaan kepolisian mengungkap keduanya tergabung dalam grup komunitas 'Veronica Lovers'. Tersangka EJ menjadi ketua sekaligus admin di grup yang berada di WhatsApp dan Telegram tersebut. Grup tersebut diduga menjadi media untuk menghina Ahok.

Polisi juga telah mengungkap motif EJ (47) dan KS (67), tersangka pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kedua tersangka mengaku senasib dengan Veronica Tan, mantan istri Ahok yang kini menjadi single parent.

"KS menyampaikan dia diajak, tapi EJ sama KS tidak pernah bertemu, hanya chatting-an di media sosial dan menyampaikan bagaimana curhatnya--karena mereka sama-sama merasa mereka ini adalah rata-rata single parent--dan merasa bahwa Veronica nasibnya sama. Ini motif yang paling utama yang mereka sampaikan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (6/8).

Yusri menjelaskan, kedua tersangka ini adalah fans Veronica Tan. Keduanya tergabung dalam grup WhatsApp 'Voice of Women', yang kemudian namanya diubah menjadi 'Voice of Vero'.

"Karena merasa mereka fans Veronica dan kemudian diubah (nama grup WhatsApp)," ucapnya.

Halaman 2 dari 2
(mei/mei)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads