Round-Up

Pelarian Tersangka Pelecehan di Soetta Berakhir di Sumatera Utara

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 01:17 WIB
Tersangka pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap di Sumut
Tersangka pelecehan di Bandara Soetta ditangkap polisi. (Luqman Nurhadi/detikcom)

"Kami menangkap yang bersangkutan di Balige, Sumatera Utara. Kemudian yang bersangkutan sudah berada di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta dan selanjutnya Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan," jelas Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Jumat (25/9/2020).

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho mengatakan bahwa tersangka melarikan diri ke Sumatera Utara setelah mengetahui kasusnya itu viral di media sosial.

"Dugaan awalnya (melarikan diri), karena yang bersangkutan viralnya dugaan perbuatan yang dilakukan yang bersangkutan, yang bersangkutan berusaha untuk tidak mematuhi hukum, yang bersangkutan berusaha agar tidak dimintai pertanggungjawaban oleh aparat kepolisian. Tapi alhamdulilah hari ini Jumat (25/9) Tim Garuda dapat mengamankan tersangka untuk diambil keterangan," jelas Alex.

Saat ditangkap, EF bersama seorang perempuan yang merupakan istrinya dan juga seorang anaknya. Kapolres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra mengungkap bahwa tersangka EF ini punya masalah terkait pernikahannya itu. Tersangka awalnya menjalin hubungan dengan perempuan berinisial E yang tidak direstui oleh orang tua E.

"Jadi yang bersangkutan berhubungan dengan seseorang yang tidak direstui orang tuanya sehingga dilaporkan," jelas Kombes Adi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (25/9/2020).

Meski begitu, EF dan pujaan hatinya tetap melangsungkan hubungan ke jenjang pernikahan. Keduanya kemudian menikah secara agama.

"Yang bersangkutan ini memang secara agama dia mengakui bahwa dia sudah menikah dengan seseorang wanita berinisial E," imbuhnya.

Hasil pernikahan EF dengan E ini dikaruniai seorang anak. Namun, pada 2018, EF dilaporkan ke polisi oleh keluarga istrinya karena dianggap membawa kabur anak orang.

"Namun di tahun 2018 keluarga istrinya yang dinikahi secara agama ini melaporkan yang bersangkutan ke kepolisian di Sumatera Utara. Tentang melarikan seorang anak gadis. Ada laporannya di sana," ujar Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka. Polisi masih akan mendalami kemungkinan adanya korban lain tersangka.

Halaman

(mei/mea)