Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Jalani Pemeriksaan Maraton

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 22:13 WIB
Tersangka pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap di Sumut
Tersangka pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta memakai topi merah digelandang polisi. (Luqman Nurhadi/detikcom)
Kota Tangerang -

Polisi telah menangkap EF, tersangka pemerasan dan pelecehan seksual saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini tersangka EF menjalani pemeriksaan maraton di Polres Bandara Soekarno-Hatta.

"Saat ini yang bersangkutan sedang maraton kita ambil keterangannya," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra di Mapolresta Bandara Soetta, Kota Tangerang, Jumat (25/9/2020).

Polisi saat ini masih menggali keterangan tersangka. Polisi masih akan mendalami terkait motif dan juga kemungkinan adanya korban lain dari tersangka.

"Yang bersangkutan sudah berada di Mapolresta Bandara Soetta, selanjutnya Satreskrim Polresta Bandara Soetta akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan," ujar Adi.

"Kita perlu keterangan-keterangan lainnya dari yang bersangkutan karena kita akan mendalami jauh lebih lagi informasi-informasi apa saja yang bisa kita dapatkan," tambahnya.

Seperti diketahui, kasus ini viral di media sosial setelah korban LHI menceritakan kejadiannya itu di akun Twitter. Singkat cerita, korban saat itu hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9).

Korban diminta menjalani rapid test. Korban pun awalnya yakin hasil rapid test akan nonreaktif lantaran dia yakin tidak pernah berada pada komunitas yang terpapar Corona.

Namun, saat hasil rapid test keluar, dia dinyatakan reaktif Corona. Di sinilah korban mengaku mengalami pemerasan dengan dalih data rapid test bisa diganti untuk kepentingan penerbangan.

Singkat cerita, LHI mengaku tetap dipaksa menjalani rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap tersangka di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Dia dijerat dengan pasal berlapis atas kasus pelecehan, pemerasan, dan penipuan.

(mei/mei)