Viral Pria Bekasi Ngamuk-Mau 'Hancurkan Dunia' di Opersi Yustisi, Ini Ceritanya

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 14:22 WIB
Pria mengamuk dan ancam hancurkan dunia saat ditindak operasi yustisi
Tangkapan layar video viral pria mengakum saat kena operasi yustisi di Bekasi. (screenshot 20detik)
Bekasi -

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pria mengamuk ketika ditindak petugas tim gabungan pada operasi yustisi di Bekasi, Jawa Barat. Pria itu disebut-sebut ditindak karena tidak menggunakan masker.

Bahkan, pria itu mengatakan akan 'menghancurkan dunia' saat tengah dibawa oleh petugas untuk mengikuti sidang operasi yustisi. Kapolres Bekasi Kota Kombes Wijonarko mengatakan pria tersebut mengaku tidak mengetahui tentang adanya operasi yustisi.

"Dia kan nggak ngerti kenapa diberhentiin, mau dibawa ke mana. Dia bilang 'penghianat ini', 'saya hancurkan dunia'. Jadi antara omongan ini kan nggak nyambung. Dia nggak paham bahwa saat ini telah melakukan tindakan disiplin protokol kesehatan," kata Wijinarko ketika dihubungi detikcom, Jumat (25/9/2020).

Wijinarko menyebutkan peristiwa itu terjadi di daerah Teluk Pucung, Bekasi Utara pada Rabu (23/9) pukul 10.30 WIB. Petugas di lokasi tetap berusaha menyikapi itu secara persuasif dan humanis. Pria yang mengamuk tersebut kemudian dibawa ke pos pengamanan polisi untuk diberikan edukasi.

"Jadi memang mungkin kondisi dia yang nggak stabil, terus kita arahkan ke sidang yustisi tidak menerima, akhirnya kita bawa ke pos polisi. Kita berikan pemahaman dan edukasi soal mekanisme tersebut," ujar Wijinarko.

Sementara itu, Kapolsek Bekasi Utara Kompol Chaled Thayib mengatakan pria itu awalnya berkendara bersama ayahnya menuju ke Tambun, Kabupaten Bekasi. Saat itu, hanya pria itu yang tidak menggunakan masker.

Kepada polisi, sangaya tersebut menjela

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pria mengamuk ketika ditindak petugas tim gabungan pada operasi yustisi di Bekasi, Jawa Barat. Pria itu disebut-sebut ditindak karena tidak menggunakan masker.

Bahkan, pria itu mengatakan akan 'menghancurkan dunia' saat tengah dibawa oleh petugas untuk mengikuti sidang operasi yustisi. Kapolres Bekasi Kota Kombes Wijonarko mengatakan pria tersebut mengaku tidak mengetahui tentang adanya operasi yustisi.

"Dia kan nggak ngerti kenapa diberhentiin, mau dibawa ke mana. Dia bilang 'penghianat ini', 'saya hancurkan dunia'. Jadi antara omongan ini kan nggak nyambung. Dia nggak paham bahwa saat ini telah melakukan tindakan disiplin protokol kesehatan," kata Wijinarko ketika dihubungi detikcom, Jumat (25/9/2020).

Wijinarko menyebutkan peristiwa itu terjadi di daerah Teluk Pucung, Bekasi Utara pada Rabu (23/9) pukul 10.30 WIB. Petugas di lokasi tetap berusaha menyikapi itu secara persuasif dan humanis. Pria yang mengamuk tersebut kemudian dibawa ke pos pengamanan polisi untuk diberikan edukasi.

"Jadi memang mungkin kondisi dia yang nggak stabil, terus kita arahkan ke sidang yustisi tidak menerima, akhirnya kita bawa ke pos polisi. Kita berikan pemahaman dan edukasi soal mekanisme tersebut," ujar Wijinarko.


Sementara itu, Kapolsek Bekasi Utara Kompol Chaled Thayib mengatakan pria itu awalnya berkendara bersama ayahnya menuju ke Tambun, Kabupaten Bekasi. Saat itu, hanya pria itu yang tidak menggunakan masker.

Kepada polisi, sang ayah tersebut menjelaskan bahwa pria tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

"Lalu kita tanya sama yang bonceng ini, ternyata bapaknya. 'Iya pak dia ini stres'. Oh yaudah kalau gitu kita kasih masker. Ya udah berangkat dia dari Bekasi Utara mau ke Tambun," terang Chaled.

Chaled menambahkan, pihaknya telah memberikan imbauan dan teguran lisan kepada pemuda dan ayahnya tersebut. Usai diberikan masker dan teguran dari petugas, pemuda tersebut langsung meninggalkan lokasi.

"Kita tegur aja lain kali pakai masker. Makanya kita berikan masker. Kita kasih sanksi teguran," pungkas Chaled.

skan bahwa pria tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

"Lalu kita tanya sama yang bonceng ini, ternyata Bapaknya. 'Iya pak dia ini stres'. Oh ya udah kalau gitu kita kasih masker. Ya udah berangkat dia dari Bekasi Utara mau ke Tambun," terang Chaled.

Chaled menambahkan, pihaknya telah memberikan imbauan dan teguran lisan kepada pemuda dan ayahnya tersebut. Usai diberikan masker dan teguran dari petugas, pemuda tersebut langsung meninggalkan lokasi.

"Kita tegur aja lain kali pakai masker. Makanya kita berikan masker. Kita kasih sanksi teguran," pungkas Chaled.

(mei/mei)